Showing posts with label nasional. Show all posts
Showing posts with label nasional. Show all posts

YANG SAYA PILIH DI PEMILU 2024


Dua pemilihan presiden yang lalu saya mungkin adalah pendukung yang siap melawan siapapun yang menjelekkan jagoan saya. Saya siap berdebat dengan siapapun yang mendukung pasangan calon (paslon) lawan.

Saya merasa diatas angin. Di tempat saya bekerja, di rumah saya, di lingkungan tempat saya hidup, serta di sosial media, mayoritas pilihannya sama dengan saya. Saya jadi jumawa dan penuh percaya diri membela calon presiden (capres) jagoan saya.

Tapi sekarang, saya harus tetap terlihat netral karena urusan pekerjaan. Jika ingin berkomentar tentang politik, cukup di offline dan itupun hanya berupa lisan. Jika sampai ada jejak, akan ada sanksi menunggu.

ANAK KECIL DI BULELENG TEWAS OLEH RABIES

Setelah menjadi ayah, saya sangat lemah mendengar berita tentang anak - anak. Terakhir saya mendengar kabar anak kecil di Buleleng tewas kena rabies oleh anjing peliharaannya sendiri, saya tidak mau mencari tahu lebih dalam lagi. Gak siap dengan apa yang akan saya lihat.

Namun sampailah berita itu ke halaman 'For You' twitter saya. Mau gak mau kebaca juga oleh saya sebagian meski sudah saya cepet - cepet scroll ke bawah. Saya tonton videonya. Hingga habis. Hingga ke video yang isi backsound dramatisir berlebihan.

BELANDA BELUM MENGAKUI KEMERDEKAAN INDONESIA

Kaget banget kan? Ternyata di mata Belanda, kita belum merdeka. Sebelum tahun 1949. Selama ini Belanda mengakui kalau Indonesia baru merdeka sejak tanggal 27 Desember 1949, yaitu saat Konferensi Meja Bundar.

Nah, pada tanggal 14 Juni 2023 kemarin barulah pemerintah Belanda melalui perdana menterinya di depan parlemen mereka mengakui kalau Indonesia sudah merdeka sejak 17 Agustus 1945. Tapi mereka belum mengakui apa yang mereka lakukan di tahun 1945 sampai 1950 sebagai kejahatan perang. Mereka menyebut itu sebagai kekerasan ekstrem saja. Alasan mereka adalah peristiwa itu terjadi sebelum konvensi Jenewa.

Dalam merespon hal ini cukup tricky karena kalau salah ambil tindakan, kita juga bisa kena. Soalnya korban di tahun 1945 sampai 1950 gak cuma dari kita doang, owarga sipil Belanda yang ada di Indonesia juga jadi korban sehingga kalau mau menuntut konsekuensi, Indonesia dan Belanda sama - sama berada di posisi yang salah. Hal ini ,mengacu ke kalimat "kekerasan ekstrem" tadi. Pinter banget ya milih kata - katanya. Hm...

AWAS JEBAKAN! PASCA PANDEMI COVID VS INFLASI

Entahlah. Sepertinya saya terlalu lama memantau situasi makro dan mikro ekonomi yang terjadi untuk kebutuhan aktivitas saya di saham. Sekarang saya kaya orang liga parno sendiri di antara temen - temen tentang keadaan kita saat ini.

Temen - temen udah pada healing, sedangkan saya tetep waspada untuk prepare situasi terbutuk yang mungkin akan terjadi nanti. Krisis di Amerika makin parah dari hari ke hari, Eropa darurat energi karena perang melawan Rusia, krisis gandum dan batubara di India, Singapura akhirnya mau nerima ekspor daging ayam dari Indonesia saking langkanya, dan presiden Sri Lanka kabur ke tengah laut menyelamatkan diri dari rakyat yang menyerbunya ke istana negara yang kini sudah hancur dibakar akibat kekecewaan karena negara itu sudah resmi bangkrut.

KAMI TIDAK AKAN SELAMAT SAAT CORONA


Dua Maret 2020 Presiden mengumumkan kasus pertama Corona di Indonesia. Sedangkan di Bali masyarakat dihimbau tetap diam di rumah mulai pertengah Maret hingga akhir Maret.

Awal - awal diam di rumah masih bisa disiplin. Lama - lama, saya, dan keluarga, mulai membandel. Istilahnya 'bolos karantina'.

Keluarga saya lebih dulu  bolos karantina. Istri masih berangkat kerja seperti biasa. Padahal dia kerja di Ubud, interaksi dengan bule sangat tinggi. Ibu saya juga masih sering ke pasar bawa orderan dan belanja. Sedangkan dia dan bapak saya sama - sama gak mau pakai masker. Belum terbiasa, kata mereka. Dan sulit sekali memaksa mereka untuk berubah.

Jadi, seandainya Bali ada di Eropa, mungkin kami sudah tidak selamat.

SEORANG PRIA NGAMUK DI PUSKESMAS DENPASAR


Jika hendak berhadapan dengan birokrasi, ngurus surat dan semacamnya, kita musti siap nyiapin waktu lebih. Makanya pas denger di Jakarta dan daerah lain sudah bisa ngurus surat - surat kependudukan dan hal lainnya kurang dari 10 menit, saya iri.

Bulan ini masa berlaku SIM saya habis. Saya mulai memutar otak bagaimana teknis ngurus SIM yang akan saya tempuh. Selama ini saya ngurus SIM-nya lewat calo. Bayarnya lebih mahal, tapi tidak perlu capek - capek antri, berdesak-desakan, dan memakan waktu yang lama. Kalau mau sesuai tarif normal, musti nyiapin waktu, tenaga, dan kesabaran. Seperti hukum tak tertulis yang berlaku dalam bisnis pelayanan.


AWKARIN VS ANYA GERALDINE


Saya menulis ini dari kantor. Sekarang ngeblog dan ngedit video (bahkan bikin video!) lebih nyaman kalo di kantor. Gak kayak di kos ngenetnya sendirian, kesepian. Dan kalo ngenet di kantor ada rasa ‘membolos’ dari pekerjaan utama. Maklum, golongan darah B emang suka melanggar peraturan, sering meninggalkan pekerjaan wajib dan mengerjakan pekerjaan yang sebenernya bisa dilakukan nanti – nanti.

Bagi yang gak tahu siapa mereka, silakan cek di google, setelah dapet infonya balik lagi kesini ya. Please.. Jangan langsung pergi, soalnya saya masih butuh traffic dari kalian. :(

Sama – sama terkenal, sama – sama jadi panutan anak muda jaman sekarang dalam hal pacaran, lalu siapakah dari mereka yang lebih baik?

3 MOMEN UNIK INDONESIA DI 17 AGUSTUS 2016


Tiga momen menarik yang terjadi di hari kemerdekaan bangsa Indonesia tahun ini.

*

Pertama: Siaran Langsung Upacara Bendera di Istana Negara dari  Youtube dengan mode 360

Memiliki pendahulu - pendahulu yang kurang akrab dengan media sosial, cukup mudah bagi presiden Jokowi untuk tampil gak gagap teknologi. Banyak terobosan - terobosan yang Ia lakukan, yang anak muda banget, dan ngikutin trend. Dari awal kampanye pun demikian. Out of the box, mungkin karena selera beliau memang casual, trendy, dan cathy, dan di dukung banyaknya anak muda di belakang beliau.

Contohnya kali ini, beliau dan jajaran staf di bawahnya sampai kepikiran bikin live streaming upacara bendera di instana ditayangkan di Youtube memakai mode 360 derajat.

Yang Katanya Jadi Korban Penipuan Obat Abate


Padahal saya dari dulu sudah tahu kalo obat abate itu gratis, tapi tetep aja kena tipu. Sialan.

Sabtu pagi, tanggal tiga puluh bulan April 2016. Tepat hari terakhir di bulan April di tahun ini, dan besok kita udah memasuki bulan baru, bulan Mei. Hari sabtu mestinya jadi hari yang indah. Kantor libur, bisa bangun siang, bisa ngelakuin kerjaan - kerjaan yang ga sempet dikerjain pas weekday. Tapi semua rencana itu sirna, segalanya hancur oleh oknum jahanam.

Jam delapan pagi, saya masih rebahan di atas kasur. Masih setengah sadar. Sesekali saya terlelap lagi, bahkan sempat bermimpi. Lalu bangun lagi, lalu tidur lagi. Kemudian samar - samar suara pintu kos diketuk, dibarengi suara ibu - ibu mengucapkan salam, menyadarkan saya dan memaksa saya bangkit.

Awalnya saya kira itu adalah ibu kos. Tumben dia minta uang kos lebih awal dari sebelum - sebelumnya. Biasanya antara tanggal 1 sampai 3.

Saya tengok dari jendela, tampak seorang ibu - ibu masih mengenakan helm, berjaket tebal, slayer melilit lehernya, dan masker terpasang di dagunya. Saya gak langsung buka pintu. Setelah pake celana, baru kemudian pintu saya buka.

Yang Katanya Putra Bangsa


Secara kebetulan, 4 putra bangsa negeri ini menjadi buah bibir sepanjang bulan Pebruari kemarin. masing - masing 2 orang mengalami peristiwa yang serupa. Saya mulai dari pasangan yang pertama.

MENGHARUMKAN NAMA INDONESIA DI DUNIA INTERNASIONAL

Bukan, saya tidak sedang akan membicarakan Agnez Mo yang konon sudah go internasional itu. Karena bagi saya Agnez Mo bukan putra bangsa. Tapi putri bangsa.

Putra Bangsa yang mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional yang pertama adalah Joey Alexander.


Ini bocah asli keren banget. Tanpa babibu tiba - tiba nongol aja gitu di nominasi Grammy Award untuk kategori Best Instrumental Jazz Album dan Best Jazz Solo Improvisation. Waktu nonton Joey tampil di panggung Grammy (lewat youtube tentunya, karena saya belum mampu bayar tiket kesono), ditonton sama orang - orang bule yang kerjanya jadi artis disono, wuihh rasanya bangga banget. Pecyaaaah!

Yang Katanya Teror Jakarta


Sebelum saya melanjutkan menulis, saya ucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya kepada korban teror di Sarinah, Jakarta. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Simpati saya sebesar-besarnya.

Mengutip kalimat Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan,

"Terorisme tidak memiliki kewarganegaraan atau agama"
Mari bersama - sama melawan teroris. Tingkatkan kewaspadaan. Stop cuek dengan lingkungan sekitar. Yang biasanya kita jarang ngobrol dengan tetangga, baik di rumah atau di kos, mulailah menyapa dan berbincang dari sekarang, agar kita saling tahu siapa tetangga kita. Kalian tentu gak mau kan kalo ternyata tetangga kalian adalah teroris.

Saya tahu info teror ini dari TV kantor. Infonya lalu menyebar ke media sosial. Saya buka facebook, isinya orang-orang men-share video yang barusan saya tonton di TV. Chat sama temen di grup Line, padahal grupnya tentang game, berubah jadi grup berita. Buka youtube, tranding topic-nya juga video - video peledakan bom di daerah Thamrin, Jakarta.

Judul videonya serem-serem.

(ga sekedar) Kabinet


Pertama kali saya tahu bahwa masyarakat dilibatkan dalam pemilihan kabinet di pemerintahan periode selanjutnya. Mungkin pemerintah yang dulu – dulu juga terbuka untuk saran dari masyarakat, cuman yang kali ini caranya lebih simpel aja. Masyarakat tinggal ngisi kuisioner online yang disediakan. Masyarakat bisa milih salah satu dari beberapa pilihan nama di setiap kementerian, atau mengisi nama baru di kolom yang disediakan. Semua kemeterian untuk periode selanjutnya ditampilkan di sana.

Saya sebagai masyarakat mabok online tentu nggak mau ketinggalan ngasi saran. Ini sebagai salah satu partisipasi saya sebagai rakyat Indonesia demi menuju bangsa yang lebih baik. Daripada nanti orang – orang yang duduk di meja menteri ternyata orang - orang yang nggak bener ya kan?

Menteri pertama yang saya usulkan adalah untuk Menteri Pemberdayaan Perempuan & Anak. Orang yang saya sarankan adalah: diri saya sendiri.

Saya dengan penuh kepercayaan tinggi, dengan data yang akurat, serta dukungan yang besar dari masyarakat akhirnya memutuskan hal besar tersebut. Saya yakin 100% akan mampu mengayomi daun muda negeri ini, dan membuat para janda muda tidak jadi jablay. Saya akan mengadakan open house sepanjang jabatan saya untuk remana – remaja putri yang pengen curhat, ditemenin dinner, atau sekedar diperatiin.

(ga sekedar) Tipiwan


Hampir sebulan enggak ngeblog. Ngapain juga ngeblog, toh nggak ada yang kangen. #uhuk

Selama sebulan, udah banyak banget yang terjadi. Yang paling heboh sih tentang piala dunia dan pemilihan presiden. Ada yang cuma suka sepakbola, dan ada yang suka ngomongin pilpres aja. Dan ada yang mencampurkan piala dunia dengan pilpres. Misalnya saya.

Nonton bola gak seru kalo gak isi tarohan. Kalo lagi tanggal muda, tarohannya duit, kalo lagi tanggal tua tarohannya stok sarimi yang masih dimiliki. Kalo lagi iseng, kita tarohan bakar ijasah pendidikan terakhir + sertifikat tanah, rumah, & motor bagi yang kalah.

Yang rese adalah ketika perebutan juara harapan 1 antara Brasil dengan Belanda. Waktu itu lagi heboh soal bedanya hasil quick count Tipiwan dengan lembaga - lembaga survei lain. Hal ini berefek juga ke dunia sepakbola. Saya nggak nyangka hal ini akan terjadi. Saya megang Belanda, berani ngasi voor 2 karena ya taulah kualitas Brasil sekarang kayak gimana. Dan seperti dugaan saya, Belanda menang dengan selisih gol di atas 2. Saya langsung minta hadiah taruhan ke temen.

(ga sekedar) Gigit Kemaluan


Entah harus malu atau malah bangga membaca berita - berita di negeri ini.



Cuma di Indonesia ada kejadian seperti foto di atas. Kayak gimana ya reka ulangkejadian yang akan dilakukan oleh pihak polisi? Hmmm

Bapak Supriyadi juga gitu, kalau mau bikin berdarah jangan pakai gigi pak. Api lawanlah dengan api. Kemaluan lawan juga dengan kem...eh ada Bajaj terbang!

(ga sekedar) Pencuri Durhaka


Berita minggu ini:


Makanya sesibuk apapun kita, sempatkan diri perhatian sama orang rumah, ngobrol sama keluarga.

Kalau kamu bilang salah ibunya juga nggak ngasi tahu jenis motor ke anaknya, tetap yang salah adalah tersangka yang diketahui bernama Ryan ini.

Pokoknya Ryan yang salah.

Ibunya nggak salah apa - apa!

(Soalnya Tuhan bersabda bahwa cewek nggak pernah salah. Yang salah itu aku. Akulah yang salah!! #AkuDutaYangSalah2014)

(ga sekedar) Pabrik Film Porno di Bali


Ada yang belum nonton The Raid 2? Oh, come on.. Tontonlah.. Jarang - jarang kita disuguhkan film lokal berkualitas. Okeh, film lokal ber-genre komedi seks dan horor seksi juga punya kualitas, sih. Tapi kualitas rendahan. Atau ada yang masih betah nonton acara musik, sinetron, atau goyang - goyang yang ada di TV? Ywd c

Tapi saya percaya pembaca blog ini pasti seleranya tinggi. Oke, yang suka film lokal esek -esek atau penggemar acara TV lokal juga punya selera sih, tapi ayolah, beri apresiasi kepada mereka yang menghasilkan karya berbobot. Karena dari kita, mereka bisa bernapas.

Ceritanya tentang apa dan bagaimana, serta kenapa kalian harus nonton, GOOGLE punya semua jawabannya. he he

Oia untuk info aja, The Raid itu genre-nya action, banyak darah, bacokan, dan badan yang patah di sepanjang film ini. Jadi yang nggak kuat mental, atau belum cukup umur untuk menyaksikan adegan bunuh - bunuhan sadis, mending jangan nonton. (Ini gue labil amat tadi nyuruh nonton, sekarang nyuruh jangan nonton. ._____.")

(ga sekedar) Caleg Terbaik

Banyak yang ngetawain mbak Angel Lelga saat diundang ke Mata Najwa berkaitan dengan pencalonan dirinya sebagai calon legeslatif. Dari caranya menjawab dan pilihan - pilihan jawaban yang Angel Lelga gunakan menanggapi serangan pertanyaan Najwa Shihab, Angel Lelga dianggap kurang 'cerdas'. Selengkapnya bisa ditonton pada video di bawah ini.


Saya nggak peduli Angel Lelga bilang apa, saya juga ngga fokus sama jawaban-jawabannya dia. Saat menonton video ini saya konsentrasi penuh memandangi cantiknya paras Angel Lelga. Kira - kira Angel Lelga udah ngapain aja ya sama Rhoma Irama? Hmmmm *ngebayangin*

(Rhoma Irama dikabarkan dilaporkan Panwaslu karena 'mencoblos' Angel Lelga sebelum pemilu dimulai)

Yang bikin saya makin nggak konsentrasi adalah belum hilang dari ingatan saya tentang album band Slank yang berjudul Virus. Angel Lelga adalah modelnya. Ini dia cover yang saya maksud.

(ga sekedar) Cabe


Saya lagi makan di kantin. Saya duduk di sebuah meja, meja yang cukup panjang hingga muat untuk makan berenam. Duduk seorang pegawai wanita semeja dengan saya. "Eh, seukuran cewe yang udah ngelahirin, dada aku kok ngga kendor dan uratnya ga keluar - keluar..", tiba - tiba dia bertanya demikian kepada saya.

Alasan cewek bicara gini ke cowo ada 2 kemungkinan: (1) dia pengen mempertontonkan dadanya ke si cowo, (2) si cewe nganggep si cowo yang dia ajak bicara lemah syahwat sehingga aman kalo ngomong gini.

Mudah - mudahan dalam konteks kali ini si cewe adalah opsi nomor (1).

"Masa sih? Aku malah ngga bisa ngebedain mana yang kedor, mana yang enggak.. Sini coba aku liat yang gimana sih yang enggak kendor.. :3" jawab saya pura - pura lugu, disaat yang sama otak dipenuhi nafsu bejat kenistaan.

(ga sekedar) Gili Trawangan, Lombok


Hati – hati dengan wish list yang kalian buat.

Beberapa tahun lalu saya punya keinginan untuk ke Gili Trawangan. Ngga terlalu serius sih buatnya. Kalau kesampean, sukur, kalo ngga juga gapapa.. Lalu kesempatan itu pun datang. Adit ngajakin saya backpacker-an ke Lombok ketika libur panjang Idul Adha kemaren. Ngga isi mikir panjang langsung saya sanggupi, sebelum saya keduluan dipotong jadi daging qurban.

Berangkatlah saya bersama Adit, Hudi, dan Imam menuju Lombok naik motor. Nyebrang ke Lombok make kapal feri. Start dari Bali sekitar jam 12 malem.. Ternyata di pelabuhan Padang Bay macet sekali. Banyak penyebrang tapi tidak diiringgi dengan jumlah dermaga yang cukup. Sambil nunggu giliran nyebrang, beranak dulu bisa kali.

Dari Denpasar ke Padang Bay memakan waktu satu jam lebih dikit, baru dapet giliran nyebrang ke Lombok pukul 4 pagi. Karena ngantuk, sepanjang perjalanan saya habiskan untuk istirahat. Gelombang di laut saat itu lumayan kenceng. Kapal kami oleng cukup keras. Guncangannya kerasa sampe masuk ke mimpi saya. Takutnya kan kalo bangun – bangun saya udah di dasar laut. :Y