MAU MOTOR WARNA APA?
JADI AROGAN DAN BEBAL KARENA MENSTRUASI
Satu lagi hari saya yang suram. Besok ada agenda penting, dan seperti yang pernah saya bilang tentang kemampuan bisa melihat masa depan, karena saya sudah tau agendanya kaya gimana dan sama siapa, besok akan jadi hari yang super berat banget. Tentu saja, saya hanya perlu bertahan agar bisa melalui ini semua. Tapi keraguan saya lebih besar dari biasanya. Ragu kalau bisa meliwati ini dengan baik - baik saja. Enggak hanya lecet, sepertinya rasa sakitnya akan keras lagi.
Jujur saya gugup banget. Ditambah lagi situasi di rumah lagi gak oke. Ini tentang istri saya.
Dia lagi dapet. Selama dapet, dia jadi emosional. Wajar, sih, saya ngerti banget. Walau saya gak pernah ngalamin, tapi saya sering menghadapi temen - temen cewek yang lagi mens. Di tempat kerja, kuliah, organisasi.
LAGI-LAGI GARA-GARA UANG
Uang membuat kita memiliki banyak pilihan. Tidak ada uang membuat kita harus membuang satu - satunya pilihan yang ada.
Saya tahu, uang bukan satu - satunya alasan peristiwa yang akan saya ceritakan ini terjadi. Dan peristiwa ini bukan peristiwa langka yang hanya saya yang mengalaminya. Orang lain juga pasti ada mengalaminya, nahkan lebih buruk. Saya hanya perlu bertahan dan tetap melanjutkan hidup. Seperti yang orang lain lakukan.
Tapi saya benar - benar marah dengan kenyataan yang harus saya dan keluarga saya alami.
MITOS WAKTU BERJALAN LEBIH CEPAT KETIKA GALUNGAN
Dua hari setelah Galungan. Kalau temen - temen muslim ketika Lebaran bilang, "H+1 Lebaran, udah bosen sama yang santen - santen", saya juga mau bilang kalau udah bosen banget sama yang babi - babi. :))
Bahkan h-2 saja saya sudah bosen sama babi. Ibu saya banyak banget dapet daging babi dari seminggu sebelum Galungan. Entah itu beli, ataupun dikasi minta orang. Makanan itu menarik kalau dimakan gak sering - sering. Ketemunya setahun sekali bila perlu. Kalau terlalu sering, udah gak bikin penasaran. Malah ngebosenin.
H+2 Galungan. Ada satu mitos tentang Galungan yang mulai saya rasakan. Mitos yang secara sains bisa dijelasin. Saya pernah baca penjelasannya, tapi udah gak begitu jelas mengingatnya. Mitos kalau mendekati Galungan, waktu akan terasa cepat berjalan. Matahari masih terik, ternyata sudah jam 6 sore. Lalu transisi matahari dari jam 6 sampai jam setengah 7 terasa makin cepat. Dari terang dan gelap cepat sekali terjadi.
ISTRI DIBERI CAP ANGKUH
PENYEBAB BAD MOOD SETIAP PAGI
Dulu pernah sebal betul dengan orang yang kerjanya gak bener di kantor dengan alasan di rumahnya lagi ada masalah. Sekarang saya di posisi orang - orang itu. Memang benar mitos yang mengatakan: jangan pernah membenci terlalu besar, nanti dia jadi milikmu.
Sekarang sampai kantor bawaanya males. Gak pengen ngapa - ngapain. Gak mau ngomong sama siapa - siapa dulu. Pokoknya dateng, rebahan di kursi, buka bekal, makan, ngopi, ambil kerjaan. Istilahnya: lagi dalam mode "senggol bacok".
KRITERIA PASANGAN UNTUK ANAK SAYA
Saya tidak tahu di masa depan apakah anak - anak saya akan bertanya ke saya atau tidak tentang kreteria perempuan yang saya harapkan bisa mendampingi anak - anak saya menjalani kehidupan rumah tangga.
Bila tak bertanya pun, tak kenapa. Itu hak mereka. Mereka sendiri yang akan menjalani, bukan saya. Biarkan mereka memilih.
Jadi, anggap saja ini hanya sebuah pemikiran saya, yang tak harus kalian ambil pusing. Jangan dibawa serius.
KONDISI GATA DI HARI KETIGA
Hari ini, hari ketiga Gata sakit. Gejalanya masih sama dari sejak awal sakit. Pagi ke sore bisa diajak bercanda, main, masih lemas tapi sudah aktif. Malamnya baru rewelnya kumat. Nangis terus, gak mau diajak bubuk di kasur. Pengennya digendong. Suhu badannya pun tinggi.
GATA SAKIT
Semua anak saya pernah mengalami sakit yang cukup lama. Lama disini lebih dari dua hari. Karena di hari ketiga akan saya larikan ke dokter anak, dan besok atau lusa biasanya akan mendingan. Sekarang Gata dapat giliran. Badannya panas tiap malam sehingga nangis terus. Susah diajak tidur. Tangisnya menggelegar di saat hari yang sepi. Lebih kasian lagi ke istri dan ibu saya. Istri menggendong anak saya sepanjang malam. Gata gak mau sama saya. Pelukan ibunya yang Ia perlukan saat ini ketika butuh kenyamanan. Dan ibu saya ikut bantuin ketika Gata rewelnya udah mulai bikin panik.
SELAMA SATU MINGGU CUTI BERSAMA IDUL ADHA 2023
Liburan yang sekarang bukan liburan seperti yang dulu lagi. Semenjak Awya sudah bisa minta, saya harus selalu punya kekuatan untuk mengendalikan situasi ketika ada di rumah.
Kalau saya di rumah, neneknya anak - anak maksimal ngajak Gata. Tapi kalau Gata udah kumat rewelnya minta saya (mungkin bosen sama neneknya terus), otomatis saya ngajak tiga anak, dan biasanya Nayaka yang paling bisa diminta pengertiannya, karena baru hanya dia yang bisa diajak bicara. Adik - adiknya masih belum ngerti.
MARAH KARENA MENCUCI BANYAK PIRING KOTOR DI PAGI HARI
Jam 5 pagi, saya menulis tulisan ini. Di depan sumur piring, gelas, sendok beradu. Berisik. Semoga tak ada yang pecah.
Ibu saya sedang mencuci piring dengan perasaan jengkel dan marah yang di tahan. Caranya menaruh piring, atau mengaduk air cucian, orang tuli pun tahu kalau itu pakai cara yang kasar.
Cucian memang cukup banyak. Didominasi piring anak - anak dan gelas. Istri saya kalau ngasi makan ke si bungsu yang masih bayi memang setidaknya akan menghasilkan tiga perabotan kotor. Piring, sendok, dan gelas. Dalam sehari minimal ada 9 benda kotor.
GAYA TIDUR ANAK, NGIKUTIN SIAPA?
Tadi malam Gata jatuh lagi. Sejak lahir, ini kali kedua dia jatuh dari kasur. Tidak ada cedera luar dan sekarang anaknya udah ceria lagi. Ketika jatuh kemarin pun nangisnya cuma sebentar, abis itu udah bisa ngoceh - ngoceh lagi.
Semua anak saya pernah jatuh dari kasur ketika bayi. Nayaka jatuh paling banyak karena saya dan Dwi tidurnya masih kayak orang mati. Kalau udah tidur, gak ngeh dengan apapun yang terjadi. Sekarang karena sudah terlatih, molor kami sudah agak mendingan. Terutama Dwi. Kami sama - sama langsung bangun kalau anak nangis, tapi Dwi bisa langsung duduk atau berjalan tergantung siapa yang nangis dan si anak mintanya apa?
Nayaka ketika bayi tidurnya kemana - mana. Kata Dwi, dia juga tidur seperti ini ketika muda. Waktu anak masih satu pun saya sering kebangun memastikan Nayaka gak digencet sama ibunya. Untungnya jarang sekali terjadi.
NAYAKA HARUS MERASAKAN HAL INI DI UMURNYA YANG MASIH SANGAT BELIA
Pertanyaan ini kebayang terus beberapa hari ini; di umur berapa kamu sadar kalau gak semua yang kamu inginkan bisa kejadian?
Saya bener - bener sadar tentang ini kayaknya pas SMP. Ketika juara kelas mulai sulit didapatkan. Dari situ kegagalan, kekecewaan, dan segala hal yang saya kategorikan "nasib buruk' mulai kejadian.
Dapet rangking 1 di SD rasanya gampang. Gak perlu banyak effort, lakuin yang biasa dan seharusnya dilakuin, tiba - tiba aja pas raport-an udah jadi juara 1 aja. Gak jadi juara murid teladan tingkat kecamatan, gak menang gerak jalan se-kecamatan, gak pernah menang kuis atau masuk rubrik majalah Bobo pernah saya alami juga ketika SD. Namun kegagalan itu ketutup sama sifat saya yang saat itu masih main - main. Jadi fokusnya gak ke ngejar prestasi. Have fun aja ama temen - temen. Kalaupun ada rasa kecewa, cepet ketutup dengan antusiasme jiwa anak - anak yang selalu semangat menyambut hari baru.
JAHAT KE TUKANG PARKIR CLANDYS
SELALU SAKIT KETIKA LIBUR
Saya gak ngerti sama badan sendiri. Setiap libur, selalu sakit. Migrain adalah penyakit paling sering singgah. Batuk, demam, pilek, meriang, flu sesekali ikut mampir.
Libur Isa Almasih (18 Mei) kemarin pun saya sakit lagi. Sakitnya bahkan sudah muncul kemarin sorenya. Tenggorokan sakit kalau nelen, badan pegel - pegel, dada sesak, dan tentu saja: migrain.
Ibu ketika sudah bisa lepas dari anak-anak saya langsung mijet dan bikinin air jeruk untuk sakit tenggorokan saya. Istri handle anak - anak karena saya tidur lebih cepat saking lemesnya. Malemnya istri ngolesin minyak di dada dan leher karena hidung saya mampe di kedua lubangnya.
Gara - gara sakit ini, alhasil saya ga maksimal bisa nemenin anak main di rumah padahal mumpung saya libur.
Besok saya libur lagi. Dua hari. Semoga penyakit - penyakit ini gak ada yang kumat.
SAYA LEGA SEKALI KALAU ISTRI NGABARIN SUDAH SAMPAI KANTOR
Selalu senang tiap istri bilang udah sampai kantor. Saya tahu perjuangan dirinya untuk bisa berangkat tiap pagi.
Bangun tidur, handle anak - anak ketika saya harus sudah ke kantor duluan karena jam kerja kami yang berbeda.
TIDAK MENYANGKA EFEK MECARU SEBESAR INI
Untuk Anak - Anakku, Tentang Nenek Kalian
Hutang pada orang tua tidak akan bisa lunas. Waktu, tenaga, uang, tidak akan cukup. Tidak akan sempat. Tapi saya punya mimpi, suatu saat ini bisa mulai mengubah keadaan, dari terus menerus memberi beban menjadi mulai membayar sedikit demi sedikit.
Saat ini saya masih merepotkan. Dibalik tubuhnya yang kurus dan kian mengecil, tersimpan kesabaran dan kekuatan mengasuh tiga cucunya, yang saya dan istri tinggal kerja dari pagi hingga sore.
Saya tak pernah menanyakan bagaimana caranya Ia mau makan, kencing, apalagi buang air besar. Apalagi bila ada tamu ke rumah yang jumlahnya tak jarang. Saya gak siap dengar jawabannya. Hati saya gak siap mendengar penderitaan yang pasti dialami ibu.
Si sulung dan si tengah yang terus berkelahi berebut mainan. Mainan ada banyak, tapi belum menarik kalo belum dipegang saudaranya. Setelah saudaranya melepas mainan itu, yang lain pun ikut hilang hasrat untuk memainkannya. Jadinya, mainan yang tadi diperebutkan, jadi terabaikan.
JAWABAN KENAPA SAYA GAK SUKA NGEBAHAS KEHAMILAN KETIGA
Jadi tulisan kemarin terpotong. Saya jawab sekarang alasan kenapa saya enggan ngasi tahu ke temen-temen kantor kalo istri saya lagi hamil walau pada akhirnya akan ketahuan juga.
Saya males menghadapi basa - basinya.
Istri hamil lagi tentu adalah sebuah karunia buat saya. Saya bahagia banget menyambutnya. Tuhan mempercayakan satu lagi anugerahnya kepada saya dan istri.
Tapi ini anak ketiga. Respon orang lain pasti berbeda dibanding anak kedua. Anak setelah yang kedua bukanlah hal yang biasa. Mungkin sebenarnya kalau saya respon saya gurauan mereka tentang kehamilan anak ketiga ini, ceritanya gak akan panjang - panjang banget. Cuman saya lagi males, dan lagi ga ada energi berada dalam obrolan yang lagi tak ingin saya masuki. Gak cuma soal kehamilan, tapi soal apapun.
Penyakit anti sosial saya kumat.
JADILAH ORANG DEWASA YANG TIDAK MENYEBALKAN
Kemarin saya ketiduran. cucian lupa digosok. Pagi ini sebelum mandi saya sempatkan nyuci. Cuman jemurnya aja yang belum. Sudah minta tolong istri sebelum berangkat tadi, kalo dia lupa atau gak sempet, mamti sore saja jemurnya.
Abis nyuci, saya lanjut mandi. Seperti biasa minta air hangat ke dapur. Ibu lagi disana, masak. Sambil nuang air hangat, dia marah - marah. "Kenapa saya lama sekali ngambil air?" katanya.
"Saya nyuci tadi", jawab saya.
Dia masih gak terima. Masih marah- marah. Katanya saya kaya gak punya istri sampai harus nyuci sendiri.


