Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

ANAK KECIL DI BULELENG TEWAS OLEH RABIES

Setelah menjadi ayah, saya sangat lemah mendengar berita tentang anak - anak. Terakhir saya mendengar kabar anak kecil di Buleleng tewas kena rabies oleh anjing peliharaannya sendiri, saya tidak mau mencari tahu lebih dalam lagi. Gak siap dengan apa yang akan saya lihat.

Namun sampailah berita itu ke halaman 'For You' twitter saya. Mau gak mau kebaca juga oleh saya sebagian meski sudah saya cepet - cepet scroll ke bawah. Saya tonton videonya. Hingga habis. Hingga ke video yang isi backsound dramatisir berlebihan.

BERHENTI MINUM KOPI UNTUK SELAMANYA

Saya pernah ada dalam fase mencari kopi botol favorit. Nyari yang rasanya enak, dan cocok dengan lambung. Pilihan jatuh kepada merk kopi sebut saja kopi A. Rasanya enak, lambung aman. Selama beberapa waktu, kopi A menemani perjalanan saya terutama ke kantor atau diperintah untuk melakukan perjalanan ke luar oleh kantor.

Saya masih inget banget ketika itu tahun 2020, covid sudah masuk Indonesia, tapi belum masuk Bali. Bos mengajak saya dan beberapa teman lain berangkat ke kabupaten Buleleng. Di perjalanan, saya menonton Alice in Borderland yang baru saja rilis. Berusaha melanjutkan marathon series ini karena tadi paginya saya selesai nonton tepat di momen yang nyesek banget.

SEMESTA MENDUKUNG SAYA BELI CIPTADENT


Istri tiba-tiba berpesan. Kalo beli pasta gigi, beli Ciptadent. Dia ngerasa pasta gigi yang selama ini kami pakai gak cocok dengam giginya. Ga ngaruh apa-apa. Walau sudah saya minta untuk tambahkan cairan penyegar/pencuci mulut, mungkin istri saya pengen lebih memastikan kembali.

Saya sendiri baik-baik saja pakai pasta gigi apapun. Apapun yang ada, tinggal pakai saja. Tapi kalau dikasi memilih, saya sebenarnya pengen pakai yang untuk gigi sensitif. Pengen minum es tanpa takut gigi ngilu.

ISOLASI TERPUSAT DI VILLA

 

HARI KETIGA POSITIF COVID.

Sekarang nulisnya gak di kamar sempit lagi dong. :D

Di hari kedua saya covid, saya diangkut dari rumah menuju tempat isolasi terpusat. Awalnya bingung, antara ikut petugas atau isolasi di rumah sama anak - anak. Kalau anak ikut, di tempat isolasi banyak yang positif. Kalau anak gak ikut, neneknya juga lagi pilek batuk. Mukanya udah pucat banget. Tapi gak ngaku sakit.

Saya gak pernah nanyain langsung alesan dia gak mau ngaku. Tapi yang saya tangkep dari omel - omelannya dia, dia mikir kata tetangga. Sedangkan saya mikirin keselamatan si bungsu yang selalu Ia ajak, atau si sukung yang sering minta main sama neneknya.

TIDAK SEMUA KELUARGA SIAP PUNYA PASIEN COVID

 

Tulisan pertama di hari pertama dinyatakan positif covid.

Saya putuskan mati dengan cara ini saja. Mati karena covid.

Harusnya saya makin banyak makan. Orang sakit demam aja dipaksa banyak makan kan? Tapi saya terakhir makan adalah kemarin pagi. Sisanya ngemil-ngemil kecil buat ganjel.

Orang rumah masak seperti biasa layaknya gak ada yang sedang isoman. Sedangkan covid bikin lidah gak bisa merasakan manis dan gurihnya makanan. Yang tersisa hanya pedas dan pahit. Jadi gak semua makanan bisa saya makan. Saya belum terbiasa dengan lidah seperti ini. Bila makanan ga ada rasa pedas dan pahit, saya hanya merasakan tekstur dan suhu makanan tersebut. Beginikan rasanya jadi vegan?

ORANG TUA MENDAPAT VAKSIN ASTRAZENECA


Beda dengan saya yang mendapat vaksin Sinovac oleh pemerintah lewat kantor, bapak dan ibu saya kebagian Astrazeneca oleh desa. Akhirnya mereka dapat vaksin. Saya bersyukur banget mereka mau divaksin, dan gak banyak protes. Hanya bapak yang sesekali kemakan berita di sosial media. Untungnya gak separah orang lain di desa saya.

KAMI TIDAK AKAN SELAMAT SAAT CORONA


Dua Maret 2020 Presiden mengumumkan kasus pertama Corona di Indonesia. Sedangkan di Bali masyarakat dihimbau tetap diam di rumah mulai pertengah Maret hingga akhir Maret.

Awal - awal diam di rumah masih bisa disiplin. Lama - lama, saya, dan keluarga, mulai membandel. Istilahnya 'bolos karantina'.

Keluarga saya lebih dulu  bolos karantina. Istri masih berangkat kerja seperti biasa. Padahal dia kerja di Ubud, interaksi dengan bule sangat tinggi. Ibu saya juga masih sering ke pasar bawa orderan dan belanja. Sedangkan dia dan bapak saya sama - sama gak mau pakai masker. Belum terbiasa, kata mereka. Dan sulit sekali memaksa mereka untuk berubah.

Jadi, seandainya Bali ada di Eropa, mungkin kami sudah tidak selamat.

SAKIT SYARAF


Saya kasihan dengan anak saya. Disaat anak lain menjelang kelahirannya disambut kenaikan penghasilan dari ayah mereka, anak saya harus mensyukuri penghasilan bapaknya yang segitu - segitu saja.

Ditambah penyakit yang saya derita di mata membuat menambah penghasilan jadi makin sulit.

Karena penyakit mata ini, saya tidak bisa bertahan lama dalam satu hari. Dikit - dikit mata saya langsung capek, kaya orang ngantuk, tapi mata juga terasa berat dan gatal.

Saya sudah coba tidur yang cukup. Terlalu cukup malah, sampe bikin pusing dan mual, tapi tetep kepala saya harus ngangguk - angguk karena penyakit mata ini. Sepertinya penyakitnya sudah menjalar ke syaraf.

MUKA TERANCAM CACAT PERMANEN


Gambar di bawah ini mewakili saya banget.


Tapi kata 'rencana liburan' diganti dengan 'daftar pengeluaran bulan ini'.

Pas gak bisa kemana - mana karena fokus belajar untuk tes CPNS (yang pada akhirnya cuma bisa betul kurang dari setengah soal ketika tes), saya sudah berangan - angan beli kebutuhan - kebutuhan yang selama ini ga sempet saya beli. Sekalian melepas stres setelah penat sekitar 2 hari terkurung dengan materi ujian.

END (Trip ke Lumajang part 4)


Skedul selanjutnya sekembalinya kami dari Alas Purwo adalah mandi. Sambil nunggu antrian, saya mengisi batre hape. Saya mempersiapkannya sangat matang hingga bawa colokan triple socket dari rumah, biar ga rebutan terminal.

Kami mandi di kamar mandi yang tersedia di Pura Blambangan. Kamar mandinya cukup banyak. Bahkan ada kamar mandi khusus untuk pendeta. Dan yang paling penting: kamar mandinya GRATIS!

Kamar mandinya memang sempit. Tapi sangat bersih. Untuk sekelas kamar mandi umum, hal ini sangat spesial. Rasanya kalo saya ngekos deket pura Blambangan, saya akan tiap hari mandi kesitu. Sekalian biar hemat biaya air.

Usai mandi, kami makan bareng. Menu yang sama: nasi kotak. Kayaknya lauknya pun juga sama dengan yang kami dapatkan saat baru berlabuh di Ketapang.

PIL UKURAN SUPER BESAR DARI APOTEKER SUPER JUTEK


Bagaimanapun cara saya mengelak, gak bisa dipungkiri lagi kalo saya sebenernya sudah ketergantungan dengan paracetamol. Seperti usaha mantan yang mencoba tampak bahagia pasca putus, tapi diam - diam ngirim pesan 'Kamu apa kabar?'

Saya mungkin bisa menahan sakit kepala tanpa minum obat sampai sakitnya hilang dengan sendirinya. Tapi itu akan butuh waktu yang lama. Paling tidak, saya harus istirahat dalam waktu yang gak sedikit agak sakitnya ga tambah parah. Daripada gak bisa kerja, akhirnya saya lari ke obat kimia. Sungguh sebuah dilema.

Ibaratnya pengen jaim gak menghubungi mantan duluan, tiba - tiba inget kalo Tupperware mama masih ada di dia. Daripada dihapus dari silsilah keluarga, akhirnya gengsi dikorbankan untuk menghubungi dia kembali.

Dan pemakaian obat ini berhasil. Dari kemarin sakit kepalanya cuma kambuh satu kali, itu pun langsung hilang lagi setelah saya minum obat untuk kedua kalinya. Syukurnya sampe sekarang sakitnya gak muncul - muncul lagi. Tinggal satu penyakit lagi yang belum hilang: asam lambung!

SEMBUH TANPA OBAT SOALNYA DOKTERNYA DIAMUK GUBERNUR


Guys, guys, saya lagi sakit nih guys.

Awalnya seperti gejala masuk angin. Demam, badan anget tapi yang saya rasakan malah dingin (panas dingin), meriang, sakit perut, sakit tenggorokan, dan lidah rasanya pahit banget. #lengkap

Keadaan ini diperparah dengan banyaknya berita - berita di TV tentang penyakit - penyakit seperti Antrax dan Flu Brung yang sedang merebak di berbagai kota di Indonesia. Gejalanya mirip - mirip dengan yang saya alami ini. Rasanya pengen banting TV, sayangnya cuma ini TV satu - satunya yang saya miliki, dan saya gak bakal beli TV baru lagi.

Bisa - bisa bukannya mati karena penyakit, saya mati karena digorok ibu gara - gara ibu ga bisa nonton serial India kesayangan di ANTV.

Yang Katanya Penyebab Jam Kerja Karyawan Per Hari Adalah 8 Jam


Saya paling susaaaah banget bangun pagi. Rasanya jam tidur kurang mulu. Meski udah tidur cepet, bangunnya tetep aja siang. Dulu pas berangkat kantor dari rumah, saya bisa bangun pagi karena ibu akan ngomel - ngomel kalo saya gak bangun. Nyampe kantor tetep telat, tapi gak sering-sering. Cuman jadi ngantuk sepanjang hari karena musti bangun subuh terus.


Yang Katanya Seorang Pemuda Hampir Mati Karena Mencret


Sakit yang saya ceritain dua hari lalu makin parah. Kemarin sih masih bisa ngantor, malam setelah itu yang ancur - ancuran sakitnya.

Jadi setelah saya posting blog, saya langsung istirahat. Ketika itu badan udah anget, tapi di dalem tubuh saya rasain dingin. Saya menggigil, tapi keringetan. Saya sampe tidur gak pake kipas. Padahal biasanya kamar saya panesnya ampun - ampunan, gara-gara demam ini bikin saya ngerasa ada di dalem freezer.

Subuhnya saya gak ngerasa dingin lagi. Badan masih tetep keringetan, tapi kali ini karena kepanesan. Pengapnya kamar bikin saya bangun dan langsung nyalain kipas. Saya senang demam saya sudah sembuh. Sialnya, sekarang demamnya berganti ke penyakit lama saya: Migrain.

Yang Katanya Ilmu Reiki


Ngantuk adalah perasaan yang biasa saya rasakan saat berkendara sepulang kerja. Tapi sakit kepala, jarang. Sekalinya datang, rasa itu mematikan. Biasanya akan berlanjut ke demam, sakit tenggorokan, pilek, syukurnya ga langsung mati.

Selama ini saya percaya kalau sakit kepala yang datang sehabis bawa motor dengan rute yang panjang adalah efek nahan kentut kantuk sepanjang jalan. Mata jadi pedas, rasa sakit pun mulai menyerang kepala. Saya tanggapi rasa sakit ini biasa saja. Bahkan saat tenggorokan mulai gak enak, saya masih paksakan makan air aren yang sudah cukup asam milik adik saya. Rasanya seperti dicekik dari dalam. "Diminumin air anget aja entar ilang", pikir saya.

Rupanya enggak, sakit saya makin parah. Ditambah selama seminggu ini dan sampai 3 hari ke depan saya harus bangun pagi demi memanfaatkan kuota internet pagi, bikin saya jadi kurang tidur. Gak enak badan tambah kurang tidur bukan pasangan yang ideal untuk dipertemukan. Selama ini saya menggunakan paket internet bulanan yang kuotanya dibagi antara pagi dan siang. Pagi dari jam 00 sampai 12 siang, sisanya masuk paket malam. 9,5 giga pagi hari, malemnya cuma 1,5 giga.

Saya lebih banyak punya waktu maen internet cuma siang pas kerjaan di kantor mulai lenggang atau pas istirahat makan siang atau pas pulang kantor sebelum mandi. Sedangkan paginya saya baru mandi jam 5an itupun langsung mandi dan siap - siap di kantor, sampe kantor langsung dikasi kerjaan. Otomatis sisa kuota pagi masih banyak sedangkan yang siangnya habis di hari ke 20, sisa lagi 10 hari sampai paket ini habis. Kalo beli paket lagi, kasian sisa kuota paginya masih banyak banget. Saya sampai memuter youtube nonstop dari rumah sampai kantor (kira - kira 1 jam) tiap hari tapi tetep aja gak habis - habis. Pengen ngabisin lewan laptop dengan pake wifi dari kuota ini, wifinya ga mau kebaca di laptop saya. Mau pakai laptop orang, di kantor ga ada yang bawa laptop pribadi, di kantor pun sudah ada internet.

Yang Katanya Ngantuk


Ketika kecil, kita sampe dipaksa - paksa tidur siang. Setelah gede, sengantuk apapun tetep ga bisa tidur gara - gara lagi di kelas atau kerja. Sampai akhirnya tua, ngantuk gak ngantuk seseorang akan tertidur tanpa ia sadari.

Itulah fase tidur seseorang dari belia sampe dewasa. Tidur menjadi musuh utama saya dalam melakukan aktifitas sehari - hari. Kalau sudah ngantuk, jika dipaksa pun kerjaan jadi gak maksimal. Otak gak bisa mikir, mata perih, kepala sakit, konsentrasi ilang, kerjaan jadi berantakan. Banyak agenda yang sampai sekarang gak pernah bisa saya lakukan bahkanterpaksa saya cancel gara - gara ngantuk.

Rasa ngantuk gak bisa dilawan. Mungkin rasa ngantuk ini hanya sugesti. Saya sadari dan rasakan kalau tenaga saya sebenernya masih ada, tapi mata sudah berat banget. Seakan Jupe bergelantungan di kedua kelopak mata. Kalo beneran digelayuti Jupe sih gapapa, ini ngantuknya beneran tapi Jupenya gak ada. Kalo kayak gini kan jadi sedih.


Sifat ngantukan saya makin parah sejak bekerja di kantor yang sekarang. Saat masih training, bos gak ngasi banyak kerjaan. Waktu luang saya banyak banget. Saya manfaatkan waktu luang yang ada untuk melakukan hal - hal yang positif. Meskipun menghamili anak orang adalah tindakan yang -membuat hasil tes kehamilan menjadi - positif, tapi bukan itu yang saya lakukan. Saya memanfaatkan waktu luang dengan tidak lain tidak bukan dengan tindakan paling mulia, tindakan itu ialah Boci (bobok ciank). Karena kata mama, tidur itu ibadah. Mending saya tidur kan daripada membegal emak - emak touring atau mentekling nenek - nenek yang jadi kiper.

(ga sekedar) Pecundang di Lapangan


Kata ibu, paru – paru saya pernah bermasalah ketika kecil. Hal itu mungkin yang membuat saya jadi ngga kuat lari. Cepet banget ngos – ngosan sesering apapun saya olahraga dan sesehat apapun pola hidup saya. Saya juga terlahir dari bapak yang ngga terlalu aktif. Turunlah sifat itu ke saya.

Kombinasi gampang ngos – ngosan ditambah sifat mager (males gerak) membuat saya jadi orang yang paling dihindari untuk diajak olahraga. Khususnya sepakbola. Selain ngga kuat lari, nafas dan tenaga yang cepat habis membuat saya kurang lincah di lapangan. Saya ngga jago dribble, kalo dikasi bola langsung secepat yang saya bisa akan saya oper / buang. Makanya saya lebih milih jadi pemain bertahan. Kalau sudah terpaksa banget baru saya diajak main. Misalnya kalau kekurangan pemain.

Ketika main pun saya jarang dikasi bola. Temen setim lebih milih kebobolan daripada ngoper ke saya. ‘Toh efeknya sama’, kata mereka.

(ga sekedar) Diet


Cewek – cewek lagi semangat – semangatnya nerapin pola diet ala Deddy Corbuzier. Pola diet ini diberi nama Obsession Corbuzier Diet (OCD).

Mengapa pola diet ini jadi terkenal, menurut saya ada beberapa hal alasannya:
  1. Deddy Corbuzier mempromosikan OCD dalam acaranya, Hitam Putih. Acara ini sebelumnya memang sudah terkenal. Jadi akan sangat mudah mempromosikan OCD,
  2. Sudah terbukti berhasil. Sebelum menyebarkannya ke orang – orang, Deddy sudah menerapkannya terlebih dahulu pada dirinya. Kemudian pria yang sering dipanggil ‘Master’ ini makin sering nunjukin badannya.

Wajar aja sih OCD ini berhasil. Secara kita disuruh makan hanya 6 jam sehari. Sisanya ngga boleh makan kecuali minum air putih. Dan OCD dilakukan selama 40 hari. Rentang jam dimana seseorang boleh makan ini disebut ‘jendela’. Ada jendela 6 (jam), jendela 4 (jam), jendela 2, bahkan ga makan selama 24 jam! Saat jam makan tiba, seseorang boleh makan sepuasnya.

(ga sekedar) Donor Darah


Saya ngga pernah menyangka jika acara donor ke - 20 saya akan banyak kejutan yang terjadi.

Untuk pertanma kalinya saya pergi mendonorkan darah tanpa membawa kartu anggota. Saya jadi bergantung pada database tempat saya melakukan donor. Konsekuensinya, saya hanya terhitung telah 7x mendonorkan darah. Padahal di kartu saya tercantum 20x. Mereka ngga menghitung donor yang saya lakukan di tempat lain.

Selesai urusan di meja registrasi, saya menuju ruang donor. Tampak dari kemeja putih dan celana bahan berwarna hitam yang Ia kenakan, sepertinya karyawan yang menerima saya adalah anak magang.

Namanya juga anak magang, cara melayani konsumen berbeda dengan yang udah pengalaman. Saat Ia akan mengambil darah saya untuk tes hemoglobin (Hb), darah saya ngga keluar - keluar. Saya berpikir kalau saya sedang tidak dalam kondisi yang fit.

Jari manis saya ditekan - tekan beberapa kali agar lubang yang sudah Ia buat dengan alat khusus di ujung jari manis saya mau mengeluarkan darah. Setelah beberapa kali usaha, akhirnya darah yang keluar cukup untuk diuji di alat khusus. Darah udah terkumpul dengan susah payah, sekarang alat uji HB yang bermasalah. Alatnya ngga mau ngebaca darah saya.

Pengambilan darah pun diulangi. Kali ini jari tengah saya ditusuknya agak ke tengah, dan darahnya mengucur deras tidak seperti sebelumnya. Rupanya yang tadi kenapa sampai darahnya macet, itu karena salah tempat nusuk. -___-'

(ga sekedar) Hari Pisang


Hari Internasional untuk para pecinta pisang tinggal beberapa hari lagi. Tepatnya tanggal 27 Agustus. Sedangkan Hari Pisang Nasional jatuh pada tanggal 28 Januari. Cara merayakannya cukup dengan memakan satu buah pisang. Cocok banget khususnya bagi yang jarang makan buah. Kecuali buat mereka yang ga suka pisang atau alergi terhadap pisang.

Perayaan yang lebih niat lagi mungkin dengan festival buah pisang. Ada pawai, stand, pameran, konser, yang semua berbau pisang!

Kenapa sih pisang segitu pentingnya sampai dirayain segala?

Manfaat dari pisang ini banyak banget. Manfaat anggota tubuh pisang bisa dibaca di SINI, kalau manfaat buahnya bisa dibaca dengan meng-klik INI.

Saya sendiri tertarik ngerayain Hari Pisang karena mbak - mbak ini juga ikut ngerayain.