Showing posts with label Semoga Menang. Show all posts
Showing posts with label Semoga Menang. Show all posts

TTAHU - TAHU SUDAH BESOK

Saya ingin sekali berjanji ke kalian akan menceritakan bagaimana jalannya tes saya besok. Tapi saya gak berani janji. Berkomitmen untuk nulis setiap hari saja susah. Seperti penyakit pembuat konten lainnya: ide banyak, tapi mager nulis. Hehe

Apalagi bila ternyata hasilnya jelek, saya ga yakin kuat untuk menceritakannya. Jadi doain aja ya semoga lancar dan hasilnya baguss...

Ini persiapan paling serius yang pernah saya lakukan selama belasan kali ikut tes masuk instansi negeri. Istri pun memberi dukungan sebesar seperti saat saya ikut tes ketika kami pertama kenal dulu.

Saya gak ngebahas hal lain. Saya gak ngomongin hal lain. Hanya ini. Saham, perkontenan, minggir dulu. Walau pada akhirnya, banyak materi yang belum saya jangkau. Tiba - tiba tersisa satu hari untuk persiapan.

Ini Bukan Dhana Arsega (biasa)


Tiba-tiba pada suatu hari..

"Ada bingkisan buat kamu!"

Widih! Apaan nih??
Meski rada-rada takut sih, sapa tau ini paket bom! Tapi biarin aja deh, ku terima ajah. Penasaran, apa ya isinyaaa..? :D

Menerima dengan hati gembira.

Setelah nelpon densus 88, tim gegena polri, dan saras 008, kubuka isinya.. Dan, Jeng jeng

Ini Bukan Saya, Internet, & Gaya Hidup (biasa)

Sebagai mahasiswa yang lagi sibuk-sibuknya bikin tugas akhir, saya butuh informasi yang cepat, praktis, dan lengkap. Dan internet menjanjikan semua itu. Segala sesuatu saya dapatkan dengan mudah,tinggal ketik keyword lalu klik. Kini, internet pun jadi bagian gaya hidup saya.

Selain itu, hobi saya menulis di blog, main di situs jejaring sosial, serta kebutuhan akan email makin menguatkan pernyataan di atas. Internet itu sudah jadi kebutuhan. Kayak mandi, kalau tidak buka internet rasanya ada yang kurang.

Ini Bukan Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA (biasa)

Tema Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA bikin aku tergelitik. Tema Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA tahun ini adalah IT's about Us: Air untuk Masa Depan.

Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA












Di buku Sains kelas 3 SD selalu disebutkan kalau dari 510 juta kilometer luas permukaan Bumi, 2/3 adalah air. Dijelaskan lagi kalau air adalah sumber daya yang tak akan habis.

Ini Bukan Jerawat Cinta (biasa)

Mbak Fanny yang cuakep (gombal karena akan ngerayu), maafin saya yang ga tau malu ini. Jarang berkunjung sekalinya berkunjung ikutan kuis. :p

Gapapa kali ya, itung-itung iseng berhadiah. :D

Terakhir aku ikut kontes mbak fanny, ketika menyambut postingannya yang ke-1000. Sekarang mbak Fanny bikin kuis lagi. Kuis dalam rangka terbitnya kumpulan cerpennya yang berjudul JERAWAT CINTA. Selamat ya mbak bukunya udah terbit. Buat para juragan sekalian, ayo borong!













Kuisnya gampang banget. Cuma perlu jawab pertanyaan, dan memenuhi syarat lainnya. Udah deh. Kalo kamu penasaran ama kuisnya, bisa langsung ke blog mbak Fanny.

Buat mbak Fanny, ini jawaban saya untuk kuisnya. Maaf kalo dalam bentuk kalimat, semoga ga didiskualifikasi.


Buku Kumcer ini diterbitkan oleh penerbit indie Nulisbuku (http://nulisbuku.com/). Buku ini bisa dibeli langsung dengan memesan ke NULISBUKU.
Cara memesannya seperti ini :

1.Daftar jadi anggota nulisbuku.com (bagi yang belum daftar saja)
2. Login anggota di kiri atas homepage
3. Cari buku berdasarkan judul atau pengarang di kolom search maupun lewat kategori genre buku
4. Untuk membeli, klik tombol ADD TO CART
5. Di Halaman Shopping Cart, edit jumlah buku yang hendak dibeli (setelah mengedit, klik "UPDATE") atau mengeluarkan buku dari shopping klik TAKE OUT.
6. Untuk lanjut berbelanja, klik tombol CONTINUE SHOPPING
7. Klik tombol CHECKOUT jika sudah selesai berbelanja
8. Isi keterangan di kolom notes: nama penerima, alamat lengkap tujuan (Beserta kodepos), No HP penerima. Klik DEALS jika sudah selesai
9. Tunggu balasan email dari NULISBUKU.

Cara lain:
- Kirim nama jelas, alamat lengkap dan nomor telp/hp kalian ke imel shianno@yahoo.com
- Sebutkan jumlah buku yang ingin dibeli
- Tunggu email balasannya.

Karena buku ini diterbitkan oleh Penerbit Indie maka tidak dijual di toko buku.

Btw, Buku Kumpulan Cerpen ini terdiri dari 12 cerpen remaja. Ada 3 sobat blogger yang sudah membantu Fanny dalam menerbitkan Buku Kumcer yaitu Fanda, mbak Reni, Exort. dan Peter sebagai desainer cover Buku Kumcer JERAWAT CINTA.



Hidup mbak Fanny!

Ini Bukan Cerita Hikmah (biasa)

Tomkuu begitu semangat pagi ini. Ini akhir pekan. Tomkuu bisa ngenet sepuasnya di café deket rumahnya.

Dengan hati riang Tomkuu menuju café, masuk, dan langsung mencari tempat yang paling enak buat menikmati wifi gratis.

Laptop udah terpajang, mouse pun udah ku keluarkan. Tapi Tomkuu ngerasa aneh. Apa ya?

Dia lupa bawa bantalan mouse!

 Touchpad laptopnya rusak, jadi musti pake mouse.  Tanpa bantalan, mouse susah digerakin. Café itu lagi sepi, ga ada orang yang bisa dimintai buku atau sejenisnya untuk bantalan. Penjaga café mengaku ga ada kertas tebal. Paling cuma brosur.

Ngenet hari ini berbuah kecewa. Besok Tomkuu berniat membalas kekecewaan hari ini. “Aku akan ngenet lagi kesini dan ga akan lupa lagi bawa bantalan”, tekad Tomkuu.

***

Besoknya.

Tomkuu dateng lagi. Membawa koran terbitan hari. Dia mau jualan koran? Bukan. Tomkuu berniat menjadikan koran itu sebagai bantalan mouse.

Singkat cerita, Tomkuu udah duduk di tempat langganannya. Tempat yang paling nyaman untuk ngenet. Sekali lagi, laptop terpasang, bantalan dari koran berbaring cantik di sampingnya. Tapi tetep aja masih ada yang aneh.

DIA LUPA BAWA MOUSE!!

Sial buat Tomkuu! Gara-gara fokus bawa bantalan, lupa masukin mouse k etas laptop. Sekali lagi, Tomkuu kecewa.

***

Esok hari. Tomkuu di café itu lagi. Mouse dan koran ada di genggaman kedua tangannya. Tomkuu ga akan lupa bawa bantalan dan mouse lagi.

Dengan ekspresi serius, Tomkuu melihat sekekeliling. “Dua kali aku ga jadi ngenet di café ini. Kali ini, akan ku jamahi wifi kencang café ini. Huahahahaha”, Tomkuu bicara sendiri.

Tomkuu meletakkan mouse diatas koran. Dia membuka tasnya hendak mengambil laptop. Tas ini dirasa lebih ringan dari biasanya.

“LHO! KOK KOSONG??”

Tomkuu heran laptopnya ga ada di tempatnya. Yang ada hanya secarik kertas berisi tulisan,”Sorry brader, laptop loe gue pinjem dulu ya buat bikin tugas. –Riesta-

gambar nyolong dari http://bit.ly/hRYySv














Hikmah dari cerita ini, biasakanlah mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam keadaan apapun. Meski terkesan remeh, kelupaan hal sekecil apapun bisa bikin kita jadi konyol.

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Cermin Berhikmah di BlogCamp.

***

PS: Makasi buat Tomkuu udah merelakan namanya dipakai di cerita ini. Anggep aja hadiah ultahmu dariku. (:

Sumpah Saya Muda!

Berapa banyak pemuda/pemudi yang inget ama isi sumpah pemuda? Sempet gag muda-mudi Indonesia sekarang mikirin kenapa isinya kayak gitu?

Aku sendiri gag hapal betul ampe titik koma kata-kata dalam sumpah pemuda. Kalo cuman garis besarnya aja sih aku inget banget.

TANAH AIR.
Kenapa harus menggunakan kata ini di poin pertama? Menurut kamu apa? Coba deh pikirin. (Hening sejenak)
Udah?
Sumpah pemuda mengajarkan kepada kita kalo kita itu adalah satu. Tapi, sudahkah kita (merasa) satu? Tak jarang kita salah mengartikan perbedaan. Seharusnya kita duduk harmonis berdampingan. Menunjukkan solidaritas persatuan, khusunya ketika negeri ini tertimpa bencana seperti sekarang.

BANGSA.
Gag boleh malu dengan bangsa sendiri. Harus tetep bangga dengan apa yang bangsa ini miliki sekarang. Bukan cuma puas memakai punya negeri orang.

BAHASA.
Gag berarti kita harus menghilangkan beraneka ragam kekayaan bahasa daerah yang kita punya. Itu semua warisan leluhur yang harus dijaga. Nikmati kontrasnya keberagaman warna bahasa Indonesia.

Berbahasa Indonesia yang baik dan benar gag berarti harus ngomong sesuai ejaan yang disempurnakan. Tapi bagaimana kita ngomong sesuai norma dan sopan santun. Kalo ngomong jangan ampe nyakitin orang lain.

Menguasai bahasa asing juga wajib. Bukan berarti kita mencintai bangsanya. Tapi ini adalah cara untuk berkomunikasi dengan dunia luar dan katakan dengan bahasa yang mereka pahami tentang kelebihan negeri ini.

Sumpah pemuda emang udah lewat, tapi sumbangsih kita selalu ditunggu untuk negeri ini. Bagaimana pemuda, sudahkah kamu berikrar untuk Indonesia? Ayo berseru, SUMPAH SAYA MUDA! Dan tunjukkan taringmu. \m/
 

Postingan ini diikutkan dalam lomba soempah pemoeda 2.0 yang diselenggarakan oleh XL. Klik gambar atau kunjungi www.soempahpemoeda.org untuk melihat lombanya.

Figur Paling Berpengaruh Dalam Diri Kita

Tulisan ini aku ikutkan dalam Figure Competition.



Susah banget buat menggambarkan pribadi orang lain. Apalgi tentang orang yang berpengaruh dalam hidup. Aku juga lemah dalam mendeskripsikan sesuatu.

Mungkin karena egoku yang masih terlalu tinggi. Yang membuatku hanya pandai melukiskan diriku sendiri dan lemah mendeskripsikan sesuatu yang lain. Aku juga bingung milih figur yang bener-bener ngasi influence. Aku gampang kagum dengan seseorang, efek dari sifatku yang gampang minder.

Banyak draft udah terbuang. Ku tulis lagi, ku hapus lagi. Bikin dari awal, merasa gag cocok aku ulang dari awal lagi. Terus gonta ganti naskah sampai pada akhirnya aku mutusin buat ngasi kesempatan buat mikir, siapa sih yang paling berpengaruh dalam hidupku? Akhirnya hari ini aku temukan jawabannya.

Orang yang paling berpengaruh hidupku, tak ada  lain tak ada bukan adalah..aku sedetik yang lalu.

bukan yang ini!

Nah yang ini, meski rada kayak kodok.

Aku gag akan berkembang kalo hanya berpatokan pada orang lain. Membandingkan diri dengan orang lain emang baik, sebagai motivasi. Tapi indikator yang sebenernya untuk tau apakah kita udah maju ato belum kembali kepada diri kita yang sekarang dengan sedetik yang lalu.

Kemana pun kita mencari sesuatu yang mampu bikin kita bahagia, semua akan kembali ke dalam diri kita lagi. Kita yang nentuin sesuatu akan terasa ngeselin ato gag. Dan sekuat-kuatnya orang lain mempengaruhi kita, gag lebih kuat dari keinginan hati sendiri.

Makasi Ata. Dari kontes ini aku jadi sadar akan semua ini. Satu lagi yang aku sadari, kalo Tuhan itu sebenarnya ada dalam diri kita. Aku kan berusaha agar diriku bener-bener layak disebut 'ada Tuhan ada dalam diri kita'.

Buat kamu-kamu, ayo ikutan kontes ini sebelum kesempatan keburu ditutup!!

Ibuku Lara

Kini ibu sedang lara, merintih dan berdoa..
Kutipan lagu 'Ibu Pertiwi' cocok banget buat ngegambarin kisah ibuku kala itu, tepat ketika aku kelas 2 SD dulu.

Saat itu, belum genap umurku sepuluh tahun. Datang dengan riang jam 10 pagi, pulang ke rumah. Sama sekali tak ku duga akan menyaksikannya. Keramaian di kebun depan rumah. Begitu banyak orang. Ada apa?

Audisi Menulis Setan 911


Setan 911 bukan jenis setan baru, ato satuan unit 911 Amerika yang teranyar pula. Jangan juga bingung setelah membaca tulisan 'menulis setan'. Audisi Menulis Setan 911 adalah lomba menulis yang diadakan oleh Penerbit Leutika yang bermarkas di Jogja. Tema lomba ini adalah memberi kesadaran lebih tentang keberadaan hal-hal mistis atau semacamnya, agar pembaca gag terlalu buta atau bahkan terjebak dengan dunia fana ini.

Tercambuk oleh kegagalan sebelumnya, karena gagal juara atau gagal gag ikut lomba, aku cukup serius membuat tulisan untuk Audisi Menulis Setan 911 kali ini. Hasil akhir nomor dua, yang penting proses yang kujalani dan usaha dalam melaluinya.

Melalui kurang lebih tiga proses editing bareng pacar. Pertama, dari segi penulis sendiri apakah aku udah puas dengan tulisanku? Editing selanjutnya melihat seberapa menarik tulisanku dari segi pembaca. Editing terakhir memperkirakan gimana kalo juri yang ngeliat tulisanku. Semua proses ini sesuai kiat menang kontes atau lomba menulis yang pernah ku posting.

Hasilnya masih belum memuaskan. Alurnya masih lambat. Ceritanya masih biasa. Targetku bukan cuman bikin pembaca bergidik ngeri atau takut ke kamar mandi sendiri setelah membaca ceritaku. Sasaranku lebih ke penyampaian tema yang unik. Melalui cerita yang padat tak merayap, pambaca bisa melihat makna yang kusirat. Karena peserta lain pasti udah bikin cerita yang blak-blakan ngasi himbauan seperti apa yang dimaksudkan tema lomba.

Sayangnya aku belum cukup sukses mencapai tujuan penulisanku.Tulisanku sama dengan peserta lain. Kendala kosakata lumayan jadi penghambat. Namun, ini gag bikin aku berhenti. Aku bakal makin rajin membaca dan menulis. Setidaknya ada dua tulisan yang masih jadi PR ku untuk kuikutkan lomba. Selain misi untuk rutin posting blog tiap hari.

Oia, pesertanya 114 orang dan akan diambil 50 tulisan terbaik. Jadi peluangku 1:114. Atau biar mirip kuis baru di Indosiar, 1 lawan 114. Kalo mau baca draft 1 naskahku, baca aja di SINI. Tapi masih kasar, belum diedit, dan tentunya cukup berbeda dengan naskah yang ku kirim ke lomba karena sesuai syarat lomba kalo naskah gag boleh dipublikasikan, jadi cukup yang hancur dulu ya.

Pengumumannya tanggal 20 september. Katanya tim juri masih lebaran. Jadi kalo menang, aku akan ngasi review ceritaku secepatnya. Tapi kalo kalah, akan ku muat semuanya namun mungkin gag segera. Mau ngumpulin mood dulu untuk ngebahas kekalahanku. haha.

Pada Hujan Kisah Itu Pun Muncul

Crot:  
Adakah sebuah kesan yang tertinggal kala hujan dengan manisnya membasahi tempat berpijak ini? Atau justru pada hujan sebagai saksi akhirnya kau menemukan pasanganmu? ...pada hujan kisah itu pun muncul.

Brot: Kamu ngomong apa sih? Siang-siang kok ngigo?

Disperfection isn't Obstacle

Namaku Dikin. Pemuda Banyuwangi yang kini merantau ke Bali sebagai penjual koran di Tuban.

Karena gag pernah mengenyam pendidikan dan penyakit di kepalaku membuatku susah mendapatkan pekerjaan yang layak. Tapi aku akan terus berjuang di kehidupanku. Gag akan pasrah ataupun nyari kambing hitam atas apa yang telah terjadi padaku.

Merangsang kembali Gairah Jurnalistik

Menurut wikipedia, jurnalistik berasal dari kata journal, artinya catatan harian, atau catatan mengenai kejadian sehari-hari, atau bisa juga berarti suratkabar.

Setiap orang punya bakat nulis. Meski gag keren-keren banget tapi kalo cuma nulis, siapa sih yang gag bisa semasih dia mau belajar. Apalagi pada kalangan pelajar maupun mahasiswa yang secara notabene adalah kaum akademis. Hanya saja kepercayaan diri yang belum dimiliki.

Minimnya jumlah pendaftar baru anggota ekskul jurnalistik atau pers mahasiswa dan rontoknya jumlah anggota ditengah jalan.

Banyak hal yang memicu semua ini tergantung dari sudut pandang mana dan tentunya siapa yang mandang.

Cuma Bisa Bengong



Tiba-tiba, wanita tercantik mendekatiku. Tersenyum dan menyapa. Aku cuma bisa bengong, terpaku menatap kotoran sapi menempel di sepatunya.




-oOo-
Postingan ini diikut sertakan di Kontes Fiksi Mini-nya wi3nda (wi3nd dan nDa).

Curhat Tentang Kondisi Jalan Raya dan sekitarnya


Fiuh akhirnya beres...Lho? Apanya yang beres?

Ini tentang artikel yang harus dikirimkan ke panitia Lomba Curhat Jalan Raya. Hari ini deadline-nya!

Ternyata susah juga ya sengaja bikin artikel yang isinya curhat. Apalagi harus berisi kata sampai antara 1000-1300 biji. Coba pengen buat artikel serius, eh malah jadinya curhat.

Kalo dibuatnya nyicil mah gampang. Bisa buat kerangka dulu. Irama kata-katanya enaknya mau gimana biar alurnya jelas, ngalir, nyambung, dan menarik. dikoreksi biar makin mantap. Nah ini! Aku buatnya H-sekian jam. Keteledoran seorang peserta yang gag banget. Seperti biasa.

Padahal kata pembimbing menulis pacaraku, saat kita sudah letih menulis, berhentilah pada kata terakhir itu. Kalo otak udah fresh baru lanjutin lagi.

Tapi karena dikejar deadline, aku gag bole berhenti. Untungnya semua udah beres. Hehehehe.
bagi yang mau ikutan,sapa tahu masih kekejar, colong aja infonya di SINI.

Aku berharap banget dapet hadiah utamanya. Aku punya rencana mulia untuk itu. He he *senyum licik* 

Btw,aku gag jadi ngajar les,muridnya lagi gag ada di tempat.

Pernikahan ala Mahasiswa Kimia

Menikah?
Menikah itu berasal dari kata dasar ikah. :p

Emang sih dari sekarang kita harus mikirin, tapi sumpah saya bingung banget tentang menikah itu. Yang pasti bukan pacaran lagi.

Besarnya bingung itu sama besar kayak disuruh milih mau nikah ama Jupe ato Aura Kasih. *lho?*
Tapi beneran bingung kan milihnya..:)

Cerita Sang Cerpenis

Maen-maen ke blog temen, lagi pada ikut lomba review ternyata..




Lomba apaan?


Nyambut postingannya yang ke-1000, mbak fanny bikin lomba review gitu.. Syaratnya gampang dan hadiahnya pun lumayan, yaitu beberapa novel yang dia punya kayak
  1. Orange karya Windry Ramadhin
  2. Mayoret jutek karya Beby Haryanti Dewi
  3. Ghostgirl karya Tonya Hurley
  4. I only sleep with super model karya Fajar Nugros
  5. The girls of Riyadh karya Rajaa Al Sanea
  6. Roses are red karya James Patterson
  7. Winter in Tokyo karya Ilana Tan
  8. Kekasih Marionette karya Dewi Ria Utari
  9. Kala lonceng berdentang karya Kennaz H. Imamah
  10. My stupid boss karya chaos@work
Mbak fanny kan punya banyak blog tuh, semua bisa di review.. Antara lain: