Yang Katanya McDonalds Jimbaran


McDonald Jimbaran masih menjadi tempat blogging favorit saya. Faktor history ngaruh banget dalam hal ini. Pertama mengenal blog saya sering kesini nyari wifi gratis. Sebenernya dulu  lebih sering di sebelah, KFC. Karena dulu internet mekdi sempet mati dan internet KFC lagi kenceng - kencengnya. Cuman karena sekarang sering ketemuan sama pacar disini, jadi lebih akrab ngenet disini. Kalo pikiran lagi mentok banget, diam disini, hanya memandangi laptop yang sedang terbuka menyala meskipun dia sudah terhubung internet menjadi aktifitas yang menenangkan. Lain kali akan saya coba ngenet di KFC lagi untuk variasi suasana. Ganti gaya gitu, emang hubungan suami istri aja yang bisa ganti gaya dari misioner ke 69?

Ngenet di kamar sebenernya lebih enak. Asal gak ditemenin pacar aja, acara memandangi laptop bisa berubah jadi laptop yang memandangi kami.

Becanda ding. Di kamar tetep lebih enak. Kalo ngeblog di rumah bisa mikirin dulu kosakata dan struktur tulisan, kalo di tempat gratis gini kan sekali tulis langsung publish. Cuman kenapa ga di rumah karena di rumah saya gak terhubung dengan jaringan internet, memakai modem pun gak enak ke mama kalo waktu saya di rumah yang sudah sangat terbatas terpotong oleh aktivitas kerja di kantor malah saya habiskan di depan laptop. Kalo terpotong untuk menyayangi kamu sih gapapa..

Yang Katanya Baru Muncul Setelah Hilang Sebulan Lebih


Hai! Hai!

Sebulan berlalu tanpa postingan sejak postingan terakhir saya. Dem.

Sibuk fisik sih enggak. Mood aja yang gak pernah nemu. Ide selalu muncul pas lagi gak deket laptop. Pas udah depan laptop, ide jadi mirip kayak orang yang mau ditagih hutang: ngilang.


Saya bersyukur masih dikasi kerjaan - kerjaan oleh Tuhan meski kerjaan - kerjaan itu enggak menghasilkan. Bahkan malah saya yang musti ngasi waktu dan tenaga secara cuma - cuma. Namun itu gak masalah, ada yang lebih penting daripada uang, yaitu menjadi berguna bagi orang lain. Lagipula kalo kita tulus, Tuhan akan ngasi jalan rejeki dari arah yang lain.

Soalnya dari sumber penghasilan yang biasa saya punya belakang ini emang lagi seret. Nasib pegawe kontrak, gaji baru bisa diamprah kalo segala persyaratan administrasinya kelar. Dan kelarnya gak bisa ontime kayak pegawe tetapnya. Ada labirin raksasa yang musti ditembus bernama birokrasi. Kemarin aja baru ngurus pembaharuan surat kontrak. Kemungkinan gaji 2015 baru bisa saya ambil Maret nanti. Padahal Februari ini saya lagi butuh - butuhnya duit.

Yang Katanya Orang Lakuin di Akhir Tahun


Saya harap akhir taun kalian semua gak seperti orang - orang di baris terbawah di ilustrasi di atas. Semoga hidup kita semua selalu seperti baris teratas di ilustrasi itu, selalu heboh dan seru! Selalu merasakan happy apapun keadaan kita juga merupakan salah satu cara menunjukkan syukur kepada Tuhan.

Kalaupun ada yang ngerasa gak bahagia, itu wajar aja sih, namanya juga manusia. Banyak faktor yang mempengaruhi keadaan itu semua. Dan keadaan - keadaan ini pula yang membuat orang - orang merayakan akhir tahun dengan cara yang berbeda - beda.

Party
Orang - orang di Bali biasa merayakan akhir tahun dengan manggang ikan, bikin sate lilit, dan ngebir bagi yang bisa minum bir. Sebagian golongan menengah yang sudah modern mengadakan party di cafe - cafe. Yang lebih g4ul (baca: norak) biasanya ngumpul ajojing ria di poskamling pinggir jalan diiringi bisingnya lagu disko dari yang lagi tren sampe lagu dari genre lain yang di-mix menjadi lagu disko maksa, acara mabuk - mabukan gak akan kelewat, sembari ngeboikot jalan.

(ga sekedar) Bule Jerman ke Rumah


Hari ini tepat setahun lalu pertama kali saya mulai menjalin komunikasi dengan pacar di awal pertemuan kami. Media yang kami gunakan via SMS. Tanggalnya gampang diinget karena bertepatan dengan hari Ibu.

Facebook, TV, BBM, semua temanya tentang hari ibu. Ibu saya sendiri kalo diingat - ingat tahun ini ada 2 sifat yang menonjol. Pertama: dia gampang ketawa dan ketawanya renyah sekali. Hanya mendengar dia ketawa saja satu rumah ikut ketawa. Tawanya menjadi sumber bahagia kami, seakan seorang comic stand-up comedian paling petjah, anggota keluarga yang lain penontonnya, rumah kami panggungnya, dan suara ketawanya adalah bit sekaligus punch line miliknya yang gak pernah gagal bikin kami terbahak - bahak.

Sifat kedua adalah kecepatan berpikir yang tak diikuti oleh kecepatan bicara. Bibir dan otaknya gak nyambung. Otaknya sudah memerintah sesuatu, tapi lidahnya belum siap. Sering terjadi dialog - dialog seperti ini:

Ibu: 'Wan, tolong ambilkan itu di sebelahnya itu ya!'

Saya: 'Oke..'

Dan anehnya saya ngerti! Meski hanya menggunakan kata 'itu'.

(ga sekedar) Cara Meraup Banyak Uang Selain dari Bekerja


Sebelumnya saya mau cerita dulu. Setelah sekian lama akhirnya dapet juga komentar kayak gini lagi di mari.

Itu komentar yang masuk ke tulisan saya yang ini: http://separonyolong.blogspot.com/2014/12/ga-sekedar-hadapi-hujan.html

Selama ini yang muji palingan cuma pacar doang. Itu pun kalo kita putus pujian akan jadi cacian. :))

Terima kasih untuk siapapun itu, dari komentarnya yang detail kayaknya ini dari salah satu temen blogger lama saya. Mudah - mudahan cewe.. AMIN!

Setelah saya cek ke link yang dipakai untuk membuat komentar, mengarah ke situs kayak majalah online gitu dan redaksinya memang ada beberapa temen yang saya kenal, dan semuanya cowo. Huhu