Seganteng-gantengnya mahasiswa, dia harus wisuda juga.
Beberapa barang harus disiapin untuk menyiapkan wisuda ini. Terutama pakaian. Yang saya buru saat ini adalah jas. Jas yang saya miliki selama ini cuman almamater dan jas lab. Jenis yang terakhir tentu ga lucu kalo saya kenakan pas wisuda. Harga jas di swalayan rata-rata 300 ribu ke atas. Kalo buat sendiri juga harganya ga beda jauh. Bahkan ada pacar adik kelas saya bikin jas ampe sejuta.
Saya putuskan pergi ke kenalan saya. Saya kenal seseorang, tukang jait merangkap panti cacat. Jadi semua pegawainya adalah (maaf) orang cacat. Hasil kerja disini ga kalah bagus dibanding tempat lain. Namun harga lebih murah. Sayangnya, karena kekurangan yang mereka miliki secara fisik, mereka sering dipandang sebelah mata. Saya inget kata bapak pemilik panti itu, yang juga cacat, ketika saya mengadakan kujungan bakti sosial jurusa kesana,"Jangan beri kami ikan. Beri kami kail agar kami bisa bertahan hidup". Dari sejak itu saya merekomendasikan tempat ini jika ada yang mau buat pakaian. Pas saya jadi ketua himpunan jurusan, saya sarankan ke anggota saya membuat jas lab kesana. Hasilnya cakep, harganya miring abis.
Saya beraksi nekat kesana. Saya agak-agak lupa tempatnya. Nomornya pun saya ga punya untuk saya hubungi. Untungnya ga berakhir sia-sia saya jauh-jauh kemari. Saya ketemu lokasinya, di batas Denpasar-Tabanan. Harga yang bapak itu berikan jauh di bawah standar, 145 ribu. Ga sabar nunggu 10 November, saat jas saya jadi. Cuman, bekal saya minggu ini musti dikorbankan untuk DP. Kayaknya bakal penghematan ketat nih minggu ini.