Yang Katanya Hilang


Apakah hari ini sudah april??

*cek kalender*

*cek BH temen sebelah*

*apa hubungannya? Gak ada, lagi pengen aja ngecek pepaya, udah mateng belum*

Rupanya masih Maret. 2 hari lagi baru april. Besok masih tanggal 31B Maret.

Saya musti rajin ngecek apakah bulan sudah berganti karena saya sudah janji akan mereview beberapa komentar menarik yang masuk ke Separonyolong untuk dibahas secara khusus. Karena lelaki sejati tidak mudah ingkar janji. *kecup macho*

Rekor buat saya karena bulan ini sudah menulis sebanyak 13 postingan blog. Rata - rata 0,42 postingan per hari. Naik 400% dari bulan lalu! Gak rugi saya bayar orang untuk nulis di blog ini dan nyolong tulisan - tulisan orang lain. Hoho

Oke, hari ini mari kita membicarakan tentang kehilangan.

Kehilangan membuat seseorang menjaga barang yang masih dimilikinya dengan lebih baik. Kehilangan selalu menyisakan kekosongan. Kehilangan datang dan disusul kemarahan yang datang kemudian. Lalu tiba rasa kecewa di belakang. Kecewa pada diri sendiri karena lalai menjaga sesuatu. Marah kepada sang takdir, dan marah kepada penyebab barang ini hilang. Bisa orang lain yang lalai, orang jahat (pencuri), termasuk diri kita turut berperan dalam sebuah kehilangan itu.

Setiap orang pernah kehilangan. Sesuatu terasa berharga ketika sudah tidak ada. Kehilangan seseorang, maupun kehilangan benda, yang penting dan tidak penting, bernilai ataupun yang tak berharga. Saya pernah kehilangan. Kehilangan almarhum kakek saya. Kehilangan fans idola saya (ini level kehilangan yang tidak penting). Banyak cowo juga kehilangan keperjakaan, oleh tangannya sendiri (note: TKP di kamar mandi)

Post position syndrom, adalah penyakit yang menjangkit seseorang yang baru saja kehilangan posisi, kekuasaan, jabatan, atau masa jayanya. Saya juga merasa kehilangan kepintaran. Saya teringat masa-masa indah ketika saya selalu dapat ranking satu selama 6 tahun berturut - turut, waktu saya SD.

Saya kehilangan jaket jurusan. Saya letakkan di dalam helm yang saya kunci di motor yang terparkir di sebuah kafe. Pacar saya juga kehilangan helm di tempat yang sama. Sejak itu saya sadar, Bali gak seaman dulu. Gak lagi deh dengan sombong naruh barang di motor yang terparkir. Walau sesekali saya melanggarnya.

Hilang karena kelalaian kita ataupun disengaja itu sakitnya sama. Bedanya hanya kepada siapa kita marah. Jika hilang karena kelalaian diri sendiri, marahnya hanya ke kita doang. Apalagi jika orang lain sudah mengingatkan untuk hati - hati, kita makin benci kepada diri sendiri. Jika hilang karena dicuri, marahnya nambah jadi ke si pencuri juga. Gak jarang juga kepada Tuhan karena memberi takdir seperti ini. Ini manusiawi tapi jangan sering - sering, gak baek.

Kehilangan pacar. Ini yang lumayan berat. Rasa sakit yang muncul bukan karena masih ada perasaan sayang. Tapi sulitnya lepas dari kebiasaan yang sudah terjadi selama bersama. Gak ada yang meratiin, gak ada yang bikin hape rame, gak ada yang bikin kesel tapi gemes, kemana - mana bingung mau ngajak siapa, dan muncul kebiasaan baru: terbiasa melihat dia memegang tangan cowok dan cowok itu bukan kita.

Mau barang atau pacar, kalo namanya dicuri tetep nyesek. Pacar saya pernah kena begal, begal asmara. Membuat saya mengalami luka - luka. Luka di hati dan perasaan. Rupanya si mantan melakukan pedekate dengan cowo lain di belakang saya, mereka jadian, kemudian si mantan mutusin saya.


Tapi itu dulu, Tuhan sekarang udah ngasi cewek yang saya yakin Tuhan ngasinya yang lebih baik, yang lebih tepat, yang lebih pantas. Kalo enggak, mana mungkin Ia membiarkan umatnya kehilangan. Sekarang saya masih belajar menjadi lelaki yang lebih baik sehingga saya dipantaskan untuk menjadi pasangan yang tepat bagi kekasih yang sekarang. Dulu mungkin saya tidak menyadari jika mantan sebenernya suka jalan - jalan tapi saya gak pernah ngajak dia jalan - jalan. Dan sekarang saya tidak pernah menolak jika pacar minta jalan - jalan. Bahkan saya yang lebih sering ngajakin jalan. Memang benar kata orang, bertualang ke berbagai tempat, akan lebih indah jika dilakukan bersama orang tersayang. Jalan - jalan bisa membuat kita tahu kepribadian pasangan. Dari topik pembicaraannya, dan keputusan - keputusan yang dia ambil selama perjalanan.

Yang bikin emosi itu kalau barang yang hilang udah ada yang nemu, kita tahu siapa yang nemu, tapi yang nemu gak mau ngembaliin atau minta tebusan yang gak rasional. Seperti ketika hape saya hilang. Itu hape baru. Saya menyesal tidak mendengarkan saran pacar agar jangan naruh hape di saku jaket. Makin kesel karena ketika nomor hape coba saya hubungi, hape saya tidak aktif. Berati udah ada yang nemuin. Nyeselnya nambah karena saya lupa masang kode pengaman untuk mengakses hape saya. Yang nemu enak banget karena dengan mudah menggunakan hape tersebut. Mana di dalemnya ada memori card yang berisi kenangan saya dengan pacar. Hauhauhau.

Memasang kode sekuriti membawa dilema tersendiri. Kalo gak diisi, gampang diakses orang. Tapi kalo diisi, jika terjadi sesuatu di jalan terhadap diri kita, orang akan sulit menghubungi orang yang ada di kontak kita karena hapenya terkunci. Mungkin hapenya tetep dikunci saja, nomor telp orang tua diselipin di casingnya.

Bagi semua yang sedang kehilangan, tetaplah tabah. Semoga Tuhan menguatkan kamu. Sesuatu yang hilang bisa kembali, bisa tidak. Namun Tuhan selalu punya rencana yang tepat dan lebih baik, makanya Ia membiarkan umatnya mengalami musibah ini. Selalu ada hikmah atas semua kejadian. Ingatlah, ketka cobaan seberat kapal, jangan lupa jika karunia tuhan seluas samudera.


5 bukan komentar (biasa):

Immanuel Lubis said...

Jadi postingan ini yang nulis siapa? Lo atau orang lain nih? :p

Btw demen ngomongin soal pepaya. Ngebet kawin, mas bro? Hahaha

Mbahe Ariel said...

apaaah ? ada begal asmara ? mana orangnya ? bakar, bakar, bakar ikannya haha

Adittya Regas said...

asliee! keren mas 13 postingan, tapi kok jarang datang ke blog saya nih gak ada jejak :'

Aldi Rahman said...

memang kehilangan sesuatu itu berat, termasuk benda berharga

MITSUBISHI BINTARO said...

Gokil haha

Post a Comment

Jangan lupa cek twitter saya @tukangcolong
Dan channel YOUTUBE saya di
SINI