Yang Katanya Kesiman - Kertalangu


Sejauh ini 2015 cukup menyenangkan. Banyak kegiatan produktif yang bisa saya kerjakan. Hari ini saja saya baru selesai jadi tim kesehatan di turnamen futsal anak Matematika Unud. Syukurnya yang cidera cuma satu, itupun cuma luka gores kecil dan sudah tertangani dengan baik. Mungkin sebenarnya lukanya masih perih, tapi tampaknya kecantikan panitia membuat Ia lupa dan tetap melanjutkan permainan sekalian caper siapa tahu ada satu yang kecantol.

Panitia penyelenggaranya memang cakep - cakep. Tapi kata temen yang jaga kemarin daya tarik futsal ini malah ada di luar arena futsal. Tepatnya di kolam renang di sebelah lapangan. Banyak 'pepaya' yang dicuci disana. Sial banget saya gak kepikiran hal itu karena telat nerima info sehingga tadi gak kepikiran untuk cuci mata ke kolam itu. Saya cuci mata pakai alkohol saja deh.

Saya juga seneng karena setelah keliling Bali ke 9 kabupaten untuk mengambil sampel sungai, mata air, dan laut, weekend ini saya akhiri dengan jalan - jalan ke Pesta Seni yang diselenggarakan oleh warga desa Kesiman - Kertalangu di bawah kordinasi pemerintah kota Denpasar. Kalo gak salah nama acaranya Apresiasi Kesenian Budaya Kesiman - Kertalangu, saya lupa, kita sebut Pesta Seni saja kalo begitu.

Saya gak terlalu berekspektasi terlalu tinggi untuk acara ini. Sudah bisa keluar rumah saja sudah seneng. Tapi acara ini ngasi sesuatu yang lebih. Mungkin gak bisa dibandingin dengan Pesta Kesenian Bali, Denpasar Festival, atau Sanur Festival. Cuman hiburan - hiburan yang disajikan dan spot - spot yang ada keren - keren banget!

Saya salut dengan komitmen warga desa Kesiman - Kertalangu. Setiap wilayah pasti ingin menonjolkan sumber daya yang ada di daerahnya. Tidak hanya menguntungkan dari segi prestise, pundi - pundi finansial pun masuk ke kas desa untuk memajukan desa itu sendiri. Banyak cara dilakukan untuk mempromosikan dan mengoptimalkan potensi desa. Salah satu yang dipilih oleh desa Kesiman - Kertalangu adalah dengan mengadakan pesta seni ini.

Lokasi yang terletak di Gong Perdamaian membuat saya semakin tertarik ke acara ini. Saya tidak pernah ke Gong Perdamaian sebelumnya dan jika ingin kesini musti bayar. Karena ada acara Pesta Seni jadi pengunjung gak dimintai karcis masuk. #AkuCintaGratisan

Atraksi lampu menyemarakkan malam pembukaan. Puluhan lampu sorot berputar di balik panggung membuat acara makin gegap gempita. Kilau lampu mempercantik penampilan panggung. Sinarnya megah menusuk langit malam itu.

Dari jadwal acara yang ditampilkan panitia dalam sebuah baliho di pintu masuk, banyak acara seni yang akan ditampilkan. Saat saya kesana sedang dipentaskan 4 gadis remaja meliak liuk indah menarikan tari Jempiring. Tari kreasi baru dari kota Denpasar tentang bunga yang menjadi ikon ibukota provinsi Bali ini.



Di sisi kiri panggung berjejer beberapa ogoh - ogoh yang masuk nominasi dalam lomba parade ogoh - ogoh di Kesiman - Kertalangu saat Nyepi kemarin. Untung waktu itu rame, kalo sepi saya sendiri bisa takut melihat sosok ogoh - ogoh ini.

Setelah menonton pertunjukkan dan melihat ogoh - ogoh, saya main ke stand - stand jualan. Produk khas daerah Kesiman - Kertalangu banyak dijual disini. Dari makanan khas, jajanan khas, kerajinan tangan, produk kesenian, namun ada juga produk - produk yang umum kita temui sehari - hari seperti pakaian, makanan dari luar Bali, dan koran.

Dan diantara semua boot makanan tentu bukan Bali namanya kalo gak ada stand Warung Babi Guling! 100% HARAM!!! Kwkwkwk


Membuat Laklak (Serabi Bali)


Perhatikan gambar di pojok kanan. Muahahaha!

2 bukan komentar (biasa):

(tuan) Putrie Jrs ♛ said...

Iri banget!
Kenapa ya di Bali sering bikin acara sekeren ini, dikit dikit festival, dikit-dikit pameran. Aku aja belom pernah liat ogoh-ogoh, tapi ini sudah postinganmu yang keberapa yang ada ogoh-ogohnya :(

Heh, dasar cowok! demen amat sama pepaya dicuci >.<

Immanuel Lubis said...

Pepaya itu apa yak? Aku nggak tau, aku masih polos, tak bernoda, huekekeke...

Post a Comment

Jangan lupa cek twitter saya @tukangcolong
Dan channel YOUTUBE saya di
SINI