Yang Katanya Putra Bangsa


Secara kebetulan, 4 putra bangsa negeri ini menjadi buah bibir sepanjang bulan Pebruari kemarin. masing - masing 2 orang mengalami peristiwa yang serupa. Saya mulai dari pasangan yang pertama.

MENGHARUMKAN NAMA INDONESIA DI DUNIA INTERNASIONAL

Bukan, saya tidak sedang akan membicarakan Agnez Mo yang konon sudah go internasional itu. Karena bagi saya Agnez Mo bukan putra bangsa. Tapi putri bangsa.

Putra Bangsa yang mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional yang pertama adalah Joey Alexander.


Ini bocah asli keren banget. Tanpa babibu tiba - tiba nongol aja gitu di nominasi Grammy Award untuk kategori Best Instrumental Jazz Album dan Best Jazz Solo Improvisation. Waktu nonton Joey tampil di panggung Grammy (lewat youtube tentunya, karena saya belum mampu bayar tiket kesono), ditonton sama orang - orang bule yang kerjanya jadi artis disono, wuihh rasanya bangga banget. Pecyaaaah!


Saya makin bangga, karena saya memiliki banyak kesamaan dengan Joey. Sama - sama dari Bali. Sama - sama kenal Nafa Urbach; Joey ponakannya, dan saya cuma kenal doang tapi mbak Nafa-nya gak kenal saya. Sama - sama cowok. Tinggi badannya sama; kalo Joey berpeluang besar akan numbuh lagi, sedangkan saya pertumbuhannya udah berhenti, tinggal melebar ke samping dan ke depan aja (perutnya).

Putra Bangsa kedua yang mengharumkan nama bangsa adalah Rio Haryanto.


Tapi, sebelum kalian lanjut baca, bagi fans Rio sebaiknya kalian skip baca tulisan ini karena di tulisan selanjutnya mungkin akan bikin kalian kesel dengan saya. : ))

Siapa sih yang gak mau berada di kompetisi tertinggi di bidang yang sedang digeluti. Misalkan saja sepakbola, semua rakyat Indonesia pasti pengen liat timnas main di Piala Dunia. Cuman di kasus Rio ini berbeda.

Ia butuh dana yang cukup besar untuk bisa jadi salah satu pembalap Formula 1 musim balapan tahun ini. Apakah semua pembalap di F1 musti bayar biar bisa balapan? Enggak. Yang bayar untuk balapan dikenal dengan Pay Driver.

Kenapa ada yang bayar dan ada yang enggak? Yang gak bayar berarti lebih menarik minat pabrikan untuk memakai jasanya. Pay Driver musti 'nyogok' dulu biar ada yang mau ngontrak dia. Istilah disininya: ngasi uang pelicin. Banyak pembalap sukses yang berawal dari pay Driver. Misalnya Michael Schumacher, Niki Lauda, dan Fernando Alonso.

Jadi Par Driver itu gak jelek, dan gak salah pula, hanya saja kalo sampai pemerintah sendiri yang 'nyumbang' sampai menembus angka 100 miliar itu yang menurut saya gak tepat. Beda kasus misalnya duit 100 miliar untuk membantu puluhan atau ratusan atlit, tapi ini kan untuk satu orang. Apalagi Menpora sampai berencana menyunat seluruh gaji PNS untuk Rio, waduh! Makin bablas.

Dapur ribuan orang bisa ga jadi ngebul demi satu orang. Terus kalo misal Rio udah jadi balapan, lalu apa? Apa hanya demi gengsi?

Masih banyak cara yang bisa dilakuin pemerintah untuk bantu Rio. Contoh pemerintah Inggris, yang ikut membantu Rio tapi bukan soal pendaaan, tapi dengan membantu melobi Manor agar mau menerima Rio jadi pembalap mereka. Kalo memang Rio gak bisa bayar tahun ini, berati memang kemampuannya sampe segini. Di musim selanjutnya berusaha lagi, bikin prestasi lagi, tunjukan kemampuan yang lebih mengkilap, biar dapet sponsor lebih banyak.

Sejauh ini sih pemerintah ngakunya ngebantu Rio dengan mencarikan sponsor - sponsor misalnya dari BUMN salah satunya Pertamina sebagai sponsornya. Ini masih mending karena masih ada nilai bisnisnya. Asal jangan aja dana yang dikasi adalah dana cuma - cuma. Bayangin kalo atlit lain juga minta juga dengan dasar keadilan dan pemerataan.



PELECEHAN

Masih ada dua putra bangsa lagi yang belum saya bahas. Kalo 2 sebelumnya jadi berita karena prestasinya, dua orang ini karena kasus kriminal yang menjerat mereka. Tuduhan yang dilayangkan ke meraka pun sama, pelecehan seksual kepada sesama jenis.


Indra Bekti sendiri masih mengelak tuduhan yang yang diarahkan kepadanya. Sedangkan Saipul jamil sudah mengakui dan resmi jadi tersangka.

Ini mirip kasus Luna Maya dan Cut Tari beberapa tahun yang lalu. Luna Maya gak mengakui kasus video porno yang melibatkannya, sedangkan Cut Tari langsung ngaku. Hasilnya, karir keartisan Cut Tari langsung hancur, sedangkan Luna Maya masih bisa mondar - mandir di layar hiburan.

*ala presenter gosip* *melotot* Mungkinkah, Saipul Jamil akan bernasib sama dengan Cut Tari? Kita lihat saja kelanjutan kasusnya!

Sebagai bonus saya kasi sketsa reka ulang kejadian yang menimpa bang Ipul.

Semua Asisten Saipul Jamil Cowok Ganteng

Sketsa ini dibuat dari rekaman saat bang Ipul diinterogasi.


*

Oke, segitu dulu tulisan saya kali ini. Semoga kita bisa jadi orang selalu mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia.

Selamat libur buat kalian semua. Sampai ketemu di tulisan selanjutnya. Selamat Hari Raya Nyepi.

(Ini adalah postingan terjadwal karena saat tulisan ini dipublish saya sedang melaksanakan Nyepi)


2 bukan komentar (biasa):

Niki Setiawan said...

Keren tuh si joey masih muda udah jago main pianonya
Terus lagi langsung nongol tanpa bacot2an dulu
Kok saya engga dimasukin bang?

bodet bey said...

bang ipul emon :V terima kasih atas info yang sangat unik dan beda ini

Obat Tradisional Yang Sangat Efektif Menyembuhkan Penyakit Hepatitis

Post a Comment

Jangan lupa cek twitter saya @tukangcolong
Dan channel YOUTUBE saya di
SINI