MENGHINDARI PERMUSUHAN

Hari - hari di kantor lama saya lalui dengan suram. Permusuhan dan kebencian kepada satu oknum merusak hubungan saya dengan yang lainnya. Merusak attitude saya juga di hadapan atasan. Saya jadi pembangkang, pemberontak, indisipliner, pemarah.

Saya berusaha membuang jauh - jauh semua sifat dan situasi itu di kantor yang baru ini. Walau situasinya lebih tidak mendukung dibanding dengan kantor lama. Teman kerja saya yang sekarang adalah orang - orang cerdas. Secara intelektual dan emosi. Mereka sangat percaya diri dan speak up.

Kalau saya masih memakai settingan kantor lama, saya pasti sudah lama tersinggung atau badmood oleh situasi disini. Tapi saya sudah berjanji pada diri sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tidak mau lagi mengucilkan diri. Tidak baperan. Menghindari konflik. Mencoba untuk cuek. Tidak ikut campur. Cari aman. Pokoknya bekerja lurus dan tulus.

TULISAN SETELAH TIGA BULAN TIDAK POSTING

Ketika memutuskan tidak menulis, waktu cepat sekali berlalu. Ketika ingin rutin menulis, hari demi harinya berjalan super - super lambat. Susah banget menemukan momentum untuk menulis blog. Untuk membuka laptop saja sulit.

Mumpung ini bisa, kita jadikan ini update singkat saja, ya. Kita ringkas sebisanya.

Jadi dari september hingga akhir tahun ini ada satu momen besar yang terjadi dalam hidup saya. Saya harus ucapkan sekarang agar nantinya kalau saya mau cerita lewat hape tentang yang terjadi di hari itu (yang mostly pasti gak jauh - jauh dari perubahan saya ini), kalian gak bingung.

Kenapa dari hape? Biar ada update saja. Tulisan - tulisan ini mau saya jadikan kenangan. Pesan untuk anak - anak saya jika ingin tahu ayahnya di usia 33 gimana, dan menyampaikan pesan ke mereka. Kali saja saya lupa untuk menyampaikannya di masa depan. Makanya seharusnya saya lebih sering posting.

SELALU PASANG EKSPEKTASI TERBURUK

Pasang ekspektasi terburuk adalah prinsip yang berlaku untuk saya. Kalau ekspektasi sudah serendah mungkin, hal apalagi yang bisa terjadi? Ekspektasi sudah serendah tanah, kalau makin ke bawah mah namanya kuburan!

Memasang ekspektasi terburuk membuat kita jadi waspada. Membuat persiapan sebaik mungkin.

Keadaan mungkin benar - benar buruk seperti ekspektasi kita. Masalah demi masalah datang bersamaan. Tugas kita selanjutnya adalah bertahan. Jika sudah berusaha sampai batas kemampuan, udah diusahain sampai mentok tetep juga gak berhasil, tugas selanjutnya adalah bertahan. Bersabar dan kuatkan diri (mental, fisik, dan perasaan). Berhasil atau gagal kita melakukan sesuatu, semuanya akan lewat juga, walau berlalunya tidak seperti keinginan kita.

PERBEDAAN SANGGAH DENGAN MERAJAN

Di facebook, sebuah status ramai disebarkan orang - orang. Status itu tentang perbedaan sanggah dan merajan. Si pembuat status mengatakan bahwa sanggah dan merajan itu berbeda. Sanggah adalah bagian dari merajan. Sedangkan Merajan adalah gabungan dari berbagai sanggah.

Dari tulisannya saya menangkap ide tulisannya berasal dari keresahan penulis tentang penyebutan yang berbeda tiap orang tentang tempat persembahyangan orang Hindu Nusantara. Khususnya yang mengatakan merajan adalah sanggah untuk orang berkasta.

MUSIBAH LIFT AYU TERRA RESORT, UBUD, BALI

Minggu lalu, lift di sebuah resort di ubud jatuh. Menewaskan 5 pegawai yang ada di dalamnya.

...

Saya mulai berfikir. Bagaimana  jika hari ini adalah hari terakhir saya? Bagaimana jika tadi pagi adalah kali saya terakhir melihat anak - anak, sedangkan anak kedua masih tertidur dan saya belum sempat melihatnya? Bagaimana jika sebaliknya, Nayaka yang menaruh tas di loker sekolahnya adalah kenangan terakhir saya tentangnya?

Akankah ajal menjemput saya sebelum saya sempat meminta pengampunan terhadap dosa - dosa yang saya lakukan? Akankah orang - orang yang saya sayangi, tiba - tiba meninggalkan saya, tanpa sempat saya buatkan kenangan indah yang cukup bersama mereka?