Dragon Blade, Ketika Peran Jackie Chan Terlalu Superior


Baru kelar nonton film Dragon Blade. Tentang usaha Huo An (Jackie Chan) menjaga perdamaian di jalur sutra pada masa dinasti Han.

Secara keseluruhan film ini biasa saja. Enggak terlalu seru, gak terlalu jelek. Filmnya baru mulai 'panas' di 30 menit terakhir, ketika Jackie Chan dikhianati dan jadi buronan. Istrinya mati, putra bungsu kaisar bunuh diri bersama pengasuhnya karena hendak ditangkap kakaknya sendiri, dan Jackie Chan harus membunuh temannya sendiri.

Filmnya ada unsur komedinya juga. Misalnya ketika Jackie Chan bertarung satu lawan satu melawan putri sebuah negara dan tanpa sengaja melepas cadar si putri. Sesuai adat negara asal si putri, Jackie Chan harus menikahi putri tersebut. Jackie Chan menolak karena dia sudah punya istri. Dia kabur dan putri mengejarnya. Sampailah saat Jackie Chan dan istrinya terjebak di dalam rumah sedangkan di luar para tentara sudah mengepung dan memanahi mereka. Putri itu menolong mereka. Sambil mengelak dari serangan para tentara, seorang anak yang sedang bersama mereka bertanya ke putri,"Kamu siapa?"

Sambil manah - manahin tentara si putri menjawab,"Aku istri Huo An."

Bingunglah istri Huo An yang asli dan anak - anak yang ada disana, sedangkan Jackie Chan mengalihkan pembicaraan dengan menyuruh mereka segera naik ke lantai dua agar tidak keburu kena panah para tentara.


Penulis ceritanya tampak nyari aman disini. Biar situasi tidak menjadi komedi, atau drama, istri asli Huo An dibuat mati terpanah gara - gara nyelametin anak yang dengan gobloknya dalam situasi genting seperti itu berhenti dan berbalik demi ngambil buku pelajaran. Nanti aja nyari bukunya di Gramedia bisa kali.

Dengan matinya istri Huo An, Huo An alias Jackie Chan sekarang gak perlu pusing lagi mikirin nama siapa yang harus dia sebutkan sebagai istrinya ketika ngurus kartu KK di kantor camat kerajaan.

Peran Jackie Chan cukup superior di film ini. Itu terlihat dari kuatnya dia di film ini, gak mati - mati. Udah kayak kucing aja, nyawanya sembilan! Padahal kalo tokoh lain, kena gaplok sekali aja langsung mati.


Dia udah kena tusuk panah di pundak (yang ini lukanya kecil sih), kaki kanannya tertembus panah, perut bagian kirinya bolong oleh tentara Roma, sampe ditusuk di pinggang bagian kanan oleh raja Roma pun dia masih bisa gerak.

Harusnya biar sekalian perannya makin menonjol, ceritanya diubah di bagian ending, biar dia yang jadi raja Roma selanjutnya menggantikan keturunan raja yang udah mati semua. Gapapa kaisar Roma mukanya gak ada Eropa-eropanya, kan dia pemeran utama.

Untungnya nalar sang sutradara masih bagus. Perannya cuma sampai ke pembawa perdamaian di jalur sutra (yang tak bisa mati).

Sang sutradara juga mencoba memberi kesan dramatis pada film ini ketika membuat adegan duel antara Huo An dengan kaisar Roma. Jackie Chan dibuat kalah dulu. Bahkan hampir sekarat. Meski saya sudah tau, dengan begitu banyak luka yang diderita Jackie Chan dari awal perang sampe sekarang tapi dia gak mati - mati, ini semua pasti diatur untuk momen pamungkas dimana Jackie Chan jadi pahlawan yang ngebunuh kaisar Roma. Gak mungkin dia beneran kalah dan mati.

Bener aja, dengan tangan kosong, dia mampu mematahkan tangan kaisar Roma dalam sekali pukul gara - gara kemarahannya yang besar mengingat kematian temannya. Yaelah kalo gitu kenapa gak dari tadi aja, kutu! Kenapa pake duel pedang dulu?!


Dan dengan sekali tebas juga, kaisar Roma kalah, tapi belum mati. Kaisar Roma mati dengan cara bunuh diri gara - gara ketika dia minta tolong ke prajuritnya, prajuritnya gak mau karena mereka tahu kenyataan bahwa si raja tega membunuh ayah dan adiknya demi tahta. Mungkin skenario ini dibuat agar tidak menyinggung Italia, gak enak aja kan kalo bikin adegan raja Roma dibunuh oleh negara lain. Nanti Italianya ngambek, malah repot entar. :))

Yang masih saya gak ngerti adalah nasib kakak dari sang putri, berarti sekarang menjadi kakak iparnya Jackie Chan. Dia udah ketusuk saat bertempur, bahkan dibacok oleh beberapa prajurit sekaligus ketika dikurung dengan perisai oleh para prajurit, tapi di akhir film dia ada lagi ikut berbaris dan ngasi hormat ke bendera 36 negara yang dikibarkan secara bersamaan ketika dunia sudah damai.

Mungkin itu rohnya.







2 bukan komentar (biasa):

Claude C Kenni said...

Percaya ga percaya, ini film sebenernya bagus ceritanya, tapi di versi Internationalnya ada sekitar 30 menit adegan yg dipotong. Kalo lu download versi Mainland Chinanya, lu baru bakal ngerti cerita utuhnya kayak gimana.

Adhi Artadhitive said...

Sumpah bener2 bukan blog.... SOry Salah Masuk!...

Post a Comment

Jangan lupa cek twitter saya @tukangcolong
Dan channel YOUTUBE saya di
SINI