JADI ANAK SIPIL


Pas Nyepi adik sudah bilang kalo kemungkinan akhir pekan ini saya diajak ke buleleng ngukur sungai, jalan dan bukit di daerah Gerokgak, Buleleng.  dalam rangka pembuatan taman di daerah pura Kerta Kawat. Cuman masalahnya ngasi jadwal pastinya mendadak.

Jumat sore sepulang saya kerja adik nelpun ngajak langsung berangkat malam itu juga ke rumah kami di Buleleng yang dekat dengan lokasi pengukuran. Saya prepare seadanya. Karena buru - buru, tentu saja banyak yang kelupaan. Daleman kurang, baju lengan panjang gak bawa, celana panjang cuma bawa satu padahal disana selama 3 hari.

Tanpa baju lengan panjang, balik ke Denpasar sudah ada pola jam di pergelangan tangan saya. Selama 2 hari di lapangan saya memakai sepatu basah dan celana kotor terendam lumpur karena hari pertama nyemplung sungai dan hari kedua ga ada celana ganti. Cuma baju aja yang ganti, tapi sama - sama bukan baju lengan panjang.

Gak pake baju lengan panjang, artinya siap jadi santapan nyamuk. Di hari pertama masih aman. Pak Ketut, orang lokal yang jadi tim kami ketika itu, membawa obat anti nyamuk. Besoknya yang kacau. Baru saja sebentar masuk hutan, badan saya sudah ada belasan bentol gigitan nyamuk. Ini akibat saya nekat ga minta obat lagi ke pak Ketut.

Jika kalian pernah lihat petugas ngukur tanah, seperti itulah yang saya lakukan. Adik saya jadi komandannya yang menembakkan laser, saya dan pak Ketut bawa tongkat kaca prisma yang jadi target laser.

Saya sudah diajak beberapa kali ngukur sama adik. Karena ikut dalam proyeknya adik, saya dan adik yang tidak terlalu sering komunikasi, jadi lebih dekat. Diajak ngukur itu enak. Yang ga enaknya adalah ketika selesai ngukur. Adik selalu nawarin saya untuk beljar nyopir. Dia jadi gurunya.

Adik saya tipe guru yang galak, Saya tipe murid bermental tempe, gak kuat dibentak. Saya segan untuk menolak tawaran latihan darinya, takut dia jadi trauma untuk menawari saya latihan lagi. Tapi saya merasa semakin saya dikerasin, otak saya makin membatu. Gak bisa berkembang.

Tidak ada guru yang tidak baik, dan tidak ada murid yang bodoh. Yang ada hanyalah belum ketemu guru yang cocok.
Adik saya kalo marah itu ngeselin banget. Dan saya kalo makin takut/tegang, malah makin banyak melakukan kesalahan. Di hari pertama saya sudah antisipasi untuk tidak melakukan kesalahan apapun. Semua saya siapin, dan saya berusaha tidak mengulur - ulur waktu. Soalnya waktu itu mood adik saya sudah gak oke akibat hujan dari subuh.

Sebisa mungkin saya menjaga moodnya dia. Masa di hari pertama sudah berantakan?

Satu jam perjalanan berjalan baik - baik saja. Cuaca pun mulai mendukung usaha kami. Peta di GPS menunjukkan kami sudah dekat ke tujuan. Lalu tiba - tiba,"Bli Gede, alat TS (penembak laser)-nya sudah dimasukin belum??"

Feeling saya langsung gak enak. Saya ga berani bilang alatnya ketinggalan. Kemarin alatnya memang kami masukkan ke kamar biar gak hilang. Sialnya pagi ini lupa kami ambil kembali. Padahal alat itu yang utama. Adik saya langsung kumat. Dia berteriak pengen batal saja ngukurnya, dia mengutuk sana - sini (tapi gak langsung marah ke saya atas dasar sungkan kepada kakaknya). Tapi tetep aja situasi jadi ga enak. mana mata saya mendadak ngantuk. Tanpa sengaja di jalan kembali ke rumah ngambil alat saya malah ketiduran. Ada untungnya juga saya ketiduran, bangun - bangun adik saya sudah diem.

Tapi tetep masih ada perasaan gak enak. Pas mau balik lagi ke lokasi setelah alatnya kami ambil di rumah, jalanan semakin ramai, di beberapa titik malah macet karena ada upacara adat.

Syukurnya Tuhan masih sayang kepada saya. Di setengah hari setelah itu pengukuran berjalan lancar, enjoy, dan happy. Setidaknya di hari pertama kami disitu menjadi akhir yang bahagia.

Karena nginepnya di Buleleng, di kampung tempat keluarga besar kami tinggal, itu artinya pulang dari pengukuran kami ga bisa langsung istirahat. Maunya sih gak silaturahmi ke keluarga besar, tapi paman (sepupu bapak) dan istrinya melihat kami di jalan, Jadinya gak enak kalo gak mampir. Terlebih lagi di rumah kami sendiri di kampung ditinggali oleh paman (adiknya Bapak) kami. Adik kami berhasil 'kabur' dari percakapan bersama paman dan keluarganya, karena paman dan bibi sudah menyadari adik saya lagi stres hapenya gak dapet sinyal.

Padahal baru jam 10, tapi rasanya ngantuk banget diajak ngobrol sama paman, bibi ipar, dan sepupu saya. Setengah jam kemudian barulah mereka pergi ke kamar masing - masing karena hendak tidur. Dan saya sendiri masih maen game sampai jam 11. Sedangkan adik saya masih stres karena hapenya gak dapet sinyal internet. Pokoknya kalo adik saya lagi gak dalam mood yang baik, adalah siksaan untuk saya, karena suasana jadi mencekam.

Terlebih esok sore pas balik ke DPS saya malah menunjukkan jalan yang salah. Bukannya shortcut, tapi medan yang sulit. Ditambah saya diminta belajar nyopir. Lengkap sudah kombinasi rasa bersalah dan ga enak + dikerasin dan merasa jadi manusia paling gak berguna karena gak bisa - bisa nyetir.

Nyampe kos, melihat kasur kos, dan sekeliling ruangan, rasanya pengen nangis saking harusnya. Gak pernah saya serindu ini dengan kamar kos setelah 3 hari yang penuh tekanan.


5 bukan komentar (biasa):

ali afif said...

Lagi males ngoment aslinya, tapi pengen ngoment, gimana

Ilyas Ruhiyat said...

“Jangan menyerah atas impianmu, impian memberimu tujuan hidup. Ingatlah, sukses bukan kunci kebahagiaan, kebahagiaanlah kunci sukses. Semangat !”

Obat GERD
Obat Ampuh Untuk GERD
Obat Epilepsi
Obat Herbal Lipoma
Obat Jantung Anak Bocor

reza melinda said...

agen bandarq
http://hondaqq.com

domino99
http://hondaqq.com

bandarq
http://hondaqq.com

agen domino99
http://hondaqq.com

Greenpack Indonesia said...

nice info min!!

visit website kami tentang kemasan makanan food grade paper

Ibu Nurhayti said...

aslamu alaikum wr wb..
bismillahirrahamaninrahim,,senang sekali saya bisa menulis
dan berbagi kepada teman2 melalui tempat ini,
sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga
dan mencapai kesuksesan yang luar biasa, mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki,
namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang,
hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yang saya punya,
akhirnya saya menanggung hutang ke pelanggan-pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 600 juta ,
saya sudah stress dan hampir bunuh diri anak saya 3 orang masih sekolah di smp / sma dan juga anak sememtarah kuliah,tapi suami saya pergi entah kemana dan meninggalkan saya dan anaka-naknya ditengah tagihan hutang yang menumpuk,
demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue,
ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman
dan bercerita kepadanya, alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya.
dulu katanya dia juga seperti saya setelah bergabung dengan K.H. Tambring Abdullah hidupnya kembali sukses,
awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu saya berpikir
dan melihat langsung hasilnya, `
saya akhirnya bergabung dangan mengunjungi website di www.danainstan.xtgem.com semua petunjuk K.H. Tambring Abdullah saya ikuti dan hanya 1 hari astagfirullahallazim,
alhamdulilah demi allah dan anak saya,
akhirnya 5m yang saya minta benar benar ada di tangan saya,
semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha,
kini saya kembali sukses terimaksih K.H. Tambring Abdullah saya tidak akan melupakan jasa aki.
jika teman teman berminat, yakin dan percaya insya allah,
saya sudah buktikan demi allah silakan kunjungi website di www.danainstan.xtgem.com atau KLIK DISINI

















































































































Post a Comment

Jangan lupa cek twitter saya @tukangcolong
Dan channel YOUTUBE saya di
SINI