Yang Katanya Resolusi 2015 (yang telat banget)


Wahai engkau manusia yang berapi - api di tahun baru, masihkan semangat itu?

Biasanya orang ngebahas resolusi di awal tahun. Momennya dapet, suasananya mendukung, harapan masih membumbung. Seiring waktu berlalu, semua seakan lupa dengan resolusi yang mereka buat. Menjalani hari dengan biasa, panik menjelang akhir tahun karena belum banyak pencapaian yang diraih, akhirnya mengakhiri tahun dengan pasrah.

Semoga dengan membahas resolusi di seperempat tahun 2015 ini bisa jadi reminder buat kalian untuk ngecek lagi resolusi, target, dan harapan yang kalian susun di awal tahun. Ada yang gak punya resolusi? Come on! Hidup yang direncanakan saja bisa jadi berantakan, apalagi yang gak punya tujuan apa - apa.

Takut kecewa akan resolusi yang gagal adalah salah satu alasan seseorang untuk malas membuat resolusi atau menyusun target selama setahun. Penyebab seseorang merasa kecewa saat gagal karena dirinya optimis. Saya yakin semua orang gak bisa menjaga rasa optimisnya sepanjang waktu. Akan ada titik lelah dimana optimis itu memudar. Diserang kegagalan - kegagalan yang datang, tembok optimis akan goyang dan disitu seseorang mulai down. Bukan rasa optimis yang diperlukan seseorang dalam mengejar target hidupnya, yang Ia butuhkan adalah jiwa POSITIF. Saat gagal, ia mampu mendapat hikmah dan bangkit lagi melanjutkan hidup dengan mengejar target lain (note: disini juga penting memiliki target cadangan agar jika satu gagal masih ada target lain yang dikejar). Sifat positif akan membuat seseorang tidak fokus pada kegagalan, tapi fokus pada peluang dan kesempatan. Jika seseorang fokus pada masalah, ia hanya akan mendapat masalah, jika Ia fokus pada peluang, Ia akan mendapatkan kesempatan.

Tahun 2015 sendiri pernah menjadi tema film jaman dulu. Judulnya Back From Future. Silakan tonton cuplikannya dan tarik kesimpulan apakah 2015 di film itu sama seperti 2015 yang sebenanarnya kita alami sekarang?


(semoga saya ngasi cuplikan dari film yang bener :p)

Banyak juga orang yang rajin bikin resolusi tiap tahunnya. Tapi jika resolusinya kita lihat, resolusinya adalah hasil copy paste dari tahun lalu yang merupakan salinan resolusi tahun sebelumnya.

Banyak orang yang kayak gini. Positifnya: orang ini gak nyerah mengejar sesuatu yang belum kesampaian di tahun sebelumnya dan berniat mengejarnya lagi. Idealnya sih resolusi tiap tahun berubah karena resolusi tahun lalu sudah kesampaian semua.

Tapi resolusi itu kayak ngedenger seminar seorang motivator. Ia bisa membuat kita memiliki mimpi, semangat mengejar mimpi, lalu kita bertindak. Hanya saja, karena kurangnya sifat positif yang saya sebutkan sebelumnya dan efek terlalu bergairah, tindakan kita gak fokus ke sasaran, kita hanya semangat mengkhayal bagaimana kita akan meraih mimpi itu dan bagaimana rasanya jika nanti mimpi itu kita raih. Lalu kita terus mendiskusikannya ke orang - orang, membaca kisah - kisah inspiratif, lalu lupa melakukan action yang sesungguhnya diperlukan. Mimpi tidak akan jadi nyata hanya karena kamu memimpikannya. Kerja keraslah yang membuat itu semua terwujud.

Saya mendapatkan komik yang pas untuk contoh ini.


KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR.

Saya sendiri tahun ini tidak memiliki taget yang menggelegar. Targetnya selow aja. Santai tapi sukses.

Videomaker
Kenapa bukan film maker? Sama seperti seneng nulis dan penulis. Filmmaker, penulis, atau blogger, adalah hal yang serius. Ada aturan - aturan baku yang musti dilakuin kalau ingin disebut dengan gelar itu. Penulis musti tau alur, plot, EYD, strategi ini, itu, dll. Gitu juga dengan filmmaker. Musti tau sinematigrafi, perlengkapan yang layak kayak gimana, pokoknya sesuatu yang nunjuin kamu profesional.

Kalo saya mah cukup bisa rutin upload video di yutub aja udah seneng. Tampak simple tapi susah dijalanin. Saya gak punya senjata utama: komputer dan kamera. Serius, saya bukannya beralasan. Satu - satunya kamera yang saya punya sedang rusak, dan komputer saya pun sama. Bisa saja saya numpang di komputer orang dan minjem kamera orang. Tapi prinsip saya bikin video ini hanyalah sekedar hobi, bukan hal yang serius. Kalaupun gak bisa bikin video juga gak bakal bikin dunia ini rutuh.

Tapi bukan berati saya main - main untuk menyelesaikannya. Langkah yang akan saya ambil deket - deket ini adalah memperbaiki komputer dan kamera saya dulu.

Punya Bisnis
Saya lebih baik beramal daripada berbisnis. Saya gak ngerti hitung - hitungan gimana caranya dapet untung, gimana caranya ngomong ke orang - orang hingga Ia mau membeli produk kita, dan gimana caranya percaya kepada karyawan. Tahun 2015 ini adalah momen pembuktian kepada diri sendiri bahwa saya pun bisa memiliki bisnis. Astungkara berjalan sampai saya tua.

Nyetir
Dengan kemampuan ini akan makin banyak yang bisa saya bantu.

Posting Blog
Kalau bisa sih satu hari satu postingan.


*

Baru itu resolusi yang saya inget. Masih ada resolusi remah - remah yang tercecer tapi gak saya tulis karena bukan resolusi prioritas. Agar saya bisa fokus. Kayak mau ke Surabaya, saya musti fokus kesana, meski ada tawaran ke Singapur sekalipun saya harus sampai ke Surabaya dulu karena itu prioritas saya.

Resolusi itu memang mirip pergi ke suatu tempat. Saat kita sudah punya tujuan, mulailah memikirkan jalan mencapai kesana sedetail - detailnya. Mau naik apa, biayanya berapa, dapet duit darimana, kapan mau kesana. Asal jangan lupa, jangan optimis, biar pas gagal gak down dan hancur. Tapi berpikir positif, saat mulai lelah mengejar impian, jangan nyerah dengan perasaan yang kamu rasakan. Capek, ragu, gak mood, kamu harus berada di atas semua perasaan itu. Dan selalu berdoa agar rencana Tuhan sama dengan rencanamu.


4 bukan komentar (biasa):

Aldi Rahman said...

resolusi itu kayak visi, jadi mesti ada misinya juga, jadi visi tujuan kedepan, sedangkan misi adalah langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut :)

Immanuel Lubis said...

Jujur banget, Bro... Gue suka upload-an video-video lu di youtube. Simple but catchy. Ngena banget lucunya. Nggak dibuat-buat. Terusin dong, hehehe.

Btw meme nya itu gue save yah. Lumayan buat jadi kata-kata pemacu motivasi. =D

(tuan) Putrie Jrs ♛ said...

Kesimpulan setelah melihat trailer itu, sutradaranya berekspektasi terlalu jauh.
Kasihan dia harapannya tidak sesuai kenyataan banget.

Resolusi kamu bagus Bli, tapi kenapa nggak mau dikerja-kerjain? Apalagi videomaker itu kan sekarang udah banyak Bli di instagram juga udah kececer. Udah sik gitu aja sarannya..

Defa Ramadhani said...

punya bisnis pastinya semua orang juga pengen punya bisnis,hehe ini resolusinya baru keluar ya? :)

Post a Comment

Jangan lupa cek twitter saya @tukangcolong
Dan channel YOUTUBE saya di
SINI