Rintihan di kesibukan Pagi Hari


Waktu gag pantas dijadikan kambing jantan hitam saat semakin banyaknya pekerjaan yang gag sempat diambil. Waktu selalu ada bila ada niat untuk menyediakannya. Seperti sekarang. Saya merasa sibuk. Sibuk banget. Pekerjaan gag pernah nonstop. Saking banyaknya sampai tubuh enggan meninggalkannya untuk istirahat. Kepikiran dengan pekerjaan yang belum terselesaikan. Beginilah bila dikejar deadline tapi malah bermalas-malasan. Mencari seribu alasan untuk menunda. Akhirnya buntut-buntutnya semua menumpuk gag rapi bagai sampah di TPA. Membusuk, bau, dan mengganggu ketenangan pribadi kita.
Enak sih kerja tertekan kayak gini. Layaknya duduk di kursi panas. Menjinakkan bom. Harus memilih memotong kabel biru atau merah. Dan disaat yang sama kepala kita ditodong oleh pistol yang pelurunya siap mengecup kening malang kita bila gag segera mengambil keputusan dan menyelesaikan semua tugas.
Situasi kayak gini  bikin otak jadi terbiasa berpikir cepat. Berpola praktis. Asal selesai namun gag melenceng dari target.Namun saat semua usai atau telah mencapai titik jenuh, baru disadari kalau otak telah dipekerjakan melebihi kemampuannya. Kelelahan yang sangat adalah konsekuensinya. Yang gag ada bisa jamin kapan bisa pulih kembali. Sedangkan
pekerjaan gag akan pernah berhenti.
Situasi kayak gini emang harus tegas. Berinisiatif memberhentikan semua ini. Nekat. Relakan dan korbankan semuanya. Istirahat itu penting. Kesehatan adalah harta terbesar kita.
Tapi kalau untuk saya, bukan saat ini waktunya istirahat. Saat ini bukan pit stop saya. Saya telah jauh di belakang. Saatnya mengejar ketertinggalan. Meraih prestasi yang sama di waktu yang sama dengan apa yang telah diraih orang-orang yang telah melakukannya lebih dulu dari saya. Saat mereka bisa, saya pun berhasil di saat itu juga. Tenang saja.
Dan saya berusaha menyukai apapun yang harus saya lakukan. Seperti hari ini, bangun jam 7 pagi langsung masak, mandi, sembahyang, manesin montor bentar, dan langsung berangkat ke kampus dengan LCD dan laptob bergelantungan di badan.
Di kampus, meski agak telat, memasang peralatan presentasi untuk dosen, mengikuti kegiatan belajar mengajar, menahan rasa kantuk di kelas saat kuliah, bercanda dengan teman, dan pulang. Serta hal-hal kecil yang terjadi di kampus.  Malah kebanyakan bila saya ceritakan di postingan ini.
Siang sampai sore, gag jadi nganter Henny ke TRISMA, akhirnya ngenet di KFC, berpanes-panesan di sofa luarnya, oh iya saya juga makan siang sebelum ke sini dan disini giliran henny yang makan siang (dia juga nraktir aku,jadi gag enag).
Sore menjelang, kami pulang, henny diem di asrama bikin tugas dan aku ke bonceng melakukan transaksi data-data yang kami butuhkan satu sama lain. Selesai itu balik lagi ke asrama. Henny kelamaan nunggu. Kasian. Sepulangnya, bukannya terjadi adegan romantic, kita malah diskusi panas tentang akademika! Dan ending-nya, henny pulang. Sedangkan aku,berlanjut mandi,sembahyang bikin tugas, mreksa narasi henny yang bakal aku muat di blog HMJ, serta mempelajari proposal OKI 2010.
“Buset! Bikin soal ternyata susah banget. Waktu 2 jam cuma cukup buat soal dan pembahasan satu aja. Tapi diselingi SMS-an, tiduran, makan malem. Hehehehehe. Mana soal kurang lagi satu, saat postingan ini ku buat, sudah jam setengah dua pagi, saatnya ngenet nyari bahan. Haha!”
Beginilah kegiatanku hari ini. Belum lagi hal-hal kecil yang gag sempat aku ceritakan. Monoton memang. Tersirat sangat membosankan. Menyukai rutinitas yang harus kulakukan. Jangan sampai semua seperti sebuah pekerjaan. Sugestikan di pikiran kalau ini bukan beban. Tapi kesenangan. Dan meski banyak kegiatan, saya gag akan berhenti menulis. Meski gag bisa langsung publish. Disimpan dulu, saat sempat baru diterbitkan. Seperti saat ini.
(Rabu, 10 Maret 2010, 1:36 WITA)

-oOo-
Nyari tugas sendiri disini.
Sangat sepi pagi ini.
Ngenet.
Berharap ada yang kemari.
Simpati.
Semangat mengerjakan ini.
Akan kelar detik ini.
Amin.

-oOo-
Besok bayar Utang ke poliklinik ah, seribu perak doang, dah lebih dari dua minggu.


*)gambar dicolong dari:

9 bukan komentar (biasa):

sawali tuhusetya said...

tulisan yang menarik dan reflektif. kesibukan memang jangan sampai jadi belenggu. pekerjaan yang menumpuk justru kana menjadi sebuah kenikmatan, hehe ... bisa bermain sekaligus berpacu dg waktu.

Pemuda Ikhlas said...

Iya pak..
Sungguh senang bapak bisa mampir.
Blogger yang selama ini saya idolai berkenan memberikan komen.
Sip lah, meski sesibuk apapun jangan sampai kerjaan yang ngatur kita, tapi kita yang ngatur kerjaan.

jimmy said...

walaupun super sibuk, jangan lupa ingat badan jaga kesehatan ya :D

Pemuda Ikhlas said...

okedeh bos..

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Saya juga sangat sibuk sobat, tapi tetap berupaya menyempatkan diri mampir disini.

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Komentar pertama dalam suatu postingan adalah sebuah kebanggaan tersendiri...
dan kayaknya sudah menjadi budaya menuliskan pertamaxx

Seti@wan Dirgant@Ra said...

izin menjadi member yang pertama.

Pemuda Ikhlas said...

Terima kasih pak sudah sudi mampir di gubug saya..
Terima kasih atas jawabannya. Akhirnya saya tahu dan semoga saya bisa menjadi "pertamaxx" di setiap postingan bapak.hehe

Izin? GAG BOLE!!!
hahahahaha
becanda pak. Silakan.
Sangat terharu akhirnya ada yang bergabung dengan saya menjadi KOMUNITAS PENUH RASA SYUKUR.
Terimakasihhhh sekali..
T_T
(saya akan mengenang jasa bapak dan akan saya balas dilain kesempatan meski gag dengan cara yang sama)

Anonymous said...

inget aja, yg bs nolong diri lo itu cm diri lo sndri, so jgn brgntg sama org lain. slama lo bs ngeyakinin diri lo kl lo mampu, sberat apapun tgs pst bs lo krjain..

Post a Comment

Jangan lupa cek twitter saya @tukangcolong
Dan channel YOUTUBE saya di
SINI