Belajar Presentasi


Seandainya saja semua bisa terjadi dengan indah secara otomatis. Misalnya pada blog, semua artikel bermutu publish dengan sendirinya secara rutin tanpa harus kita yang membuat tapi kita yang merasakan nikmatnya. Atau pada ujian dan tugas kuliah, kita gag harus ngelakuin apa-apa tapi semuanya sudah beres. Kita hanya tinggal menerima hasil bagunya saja. :-)
Tapi itu adalah mimpi yang ketinggian. Bila itu terjadi pun juga gag baik. Kita gag bisa belajar dan gag akan punya pengalaman. Sedangkan pengalaman itu sangat penting bagi kehidupan kita. Semakin banyak belajar, kita semakin bisa. Pengalaman pun bertambah, kemampuan kita menjalani hidup juga semakin baik.
Hari ini gag ada tugas lagi. Fiuh. Akhirnya semua terlampui dengan lancar. Berjalannya proses sangat saya
nikmati dan sekarang tinggal nunggu hasil akhirnya saja semoga terjadi happy ending.
Tugas terakhir saya adalah presentasi pada mata kuliah Kapita Selekta Kimia Analitik. Ada beberapa catetan saya mengenai presentasi, mungkin sejenis tips atau kiat-kiat (diperbolehkan untuk gag meniru karena belum terbukti secara klinis kebenarannya).
Inget doa. Jangan lupa memohon kepada-Nya di setiap kegiatan yang akan kita lakukan. Ini langkah awal yang baik. Pasti sangat membantu bila kita percaya.
Kuasai Bahan. Berperang harus punya senjata. Ke hutan harus bawa bekal. Ya seperti itulah filosofinya. Cara menguasai bahan gimana? Ya pelajari materi yang akan kita presentasikan. Catat poin-poin pentingnya. Jangan menghapal, tapi pahami. Kita akan lebih mudah berimprovisasi di depan bila kita paham materinya. Ingat sekali lagi, paham, bukan hapal.
Slide yang ciamik. Kalau merasa kemampuan bikin slide kita pas-pasan, jangan malas untuk belajar atau kalau kepepet ya mintak orang lain yang lebih bisa untuk membuatkan. Sekarang sudah banyak slide presentasi yang canggih. Gerak-gerak dan segala macem. Efek suara yang seakan kena nafas kita aja bunyi seketika. Ini kesan awal yang bisa membuat audience tertarik sehingga perhatian mereka selalu tertuju ke kita. Ini juga bisa kita andalkan saat kita merasa kurang fasih untuk tampil ke depan dan presentasi. Ya sebagai tameng lah. Tapi juga jangan terlalu berlebihan. Inget tujuan kita presentasi adalah memaparkan bahan kita, bukan mengajak audience nonton layar tancep. Jangan juga menaro tulisan terlalu banyak di slide, buat mereka melihat kita presentasi dan bukan mmembacanya. Kita jadi kambing congek deh di depan.
Latihan. Fungsinya biar kita terbiasa tampil di depan. Bisa karena biasa. Mulailah melakukan simulasi dengan bicara di depan umum. Jangan malu. Gag PD gag juara. Mulai dengan langkah kecil seperti membiasakan berbicara atau ngobrol dengan orang lain. Kemudian latihan yang ditonton teman-teman di kamar misalnya terus mereka pura-pura menjadi audience. Mereka pun bisa kita minta bertanya ke kita tentang bahan kita serta mengoreksi penampilan kita plus kelengkapannya. Jadi kita pun bisa tahu apa kira-kira yang akan ditanyakan saat hari-H serta kekurangan kita sehingga kita bisa mempersiapkan diri lebih baik menuju presentasi.  Makin sering latihan makin baik. Kita jadi lebih inget dengan materi jadinya. Latih juga pelafalan dan intonasi bicara kita serta gerak tubuh. Jangan sampai kita bikin kehebohan yang gag penting di depan. Belajar dari yang sudah pengalaman di sekitar kamu.
Siapkan diri. Bila saat yang ditunggu tiba. Saatnya kita maju. Persiapkanlah kelengkapan kita. Jaga kesehatan, itu yang terpenting. Jangan begadang sehari sebelumnya. Makan-makanan yang sehat secara rutin bahkan dari sebulan sebelumnya. Biasakan pola hidup sehat (gag harus kalau maju aja sih). Cek kelengkapan presentasi kita, siapkan semua, dan kumpulkan dengan rapi. Seperti slide jangan ditaro di satu dokumen aja. Biasakan memiliki back-up data. Untuk mencegah bila data kita hilang. Berpakaianlah yang gag bikin audience ilfill. Jangan sampai ada terlupa. Setting panggung. Buat semenarik mungkin, tapi elegen, yang gag memasang sesuatu yang gag padat fungsi, itu buang tenaga namanya. Siapkan konsumsi untuk kita dan semua orang disana (istilahnya seperti nyogok gitu). Cek apakah alat-alat sudah terpasang baik dan bisa digunakan. Kita juga bisa menyelipkan surat ke tempat duduk calon penilai. Berisikan permintaan bantuannya untuk memberi nilai baik dan beberapa rupiah. Sebelumnya kita juga bisa ke dukun buat mengguna-gunai mereka. Catatan: tiga kalimat terakhir sangat dianjurkan untuk tidak ditiru! Rencanakan kejuta kecil untuk mereka. Sedikit hiburan pasti sangat membantu.
Namun, kekuatan yang paling besar adalah diri kamu sendiri. Tampil all out! Dan percaya diri. Itu kuncinya. Gag ada yang bisa ngalahin  itu maimen..
Kiat atau tips ini saya buat gag bermaksud menggurui. Bahkan banyak tips yang lebih baik. Saya hanya menceritakan pengalaman saya dan berusaha agar orang lain bisa lebih baik dari saya. Saya juga masih belajar. Dan masih sering melakukan kesalah. Karena jarang ada yang sukses di kesempatan pertama meski itu adalah kesempatan terakhir. Jangan takut untuk mencoba dan salah. Gagal pada pertama kali akan membuat kita jadi semakin pandai saat kesempatan kedua. Tuhan selalu ngasi jalan buat umat-Nya yang teguh berjuang.
Coba, baru percaya!

5 bukan komentar (biasa):

HAPIA Mesir said...

sama halnya juga ketika ngeblog sob...berusaha menjelaskan kepada pembaca...jadi harus pinter2 nyusun kata agar mudah dipahami...

Artikel Islami said...

assalamualaikum

ya sob. berdoa dan berusaha

deadyrizky said...

saya tidak bisa membuat slide
but I can entertain audience with my body language lho
hehehe

Tukang Colong said...

gambar di colong dari http://www.toonpool.com/user/3447/files/death_by_powerpoint_presentation_408925.jpg

Rudy said...

demam panggung adalah hal yang paling menakutkan dalam presentasi.

Post a Comment

Jangan lupa cek twitter saya @tukangcolong
Dan channel YOUTUBE saya di
SINI