Pengalaman Hari Itu


Pertemuan kedua kalinya dengan bule malam kemarin saat ngenet di KFC Jmbaran memberikan saya sebuah pelajaran. Menguasai bahasa Inggris itu sangat penting. Minimal kita dapat berkomunikasi dengan orang selain yang berasal dari daerah yang sama dengan kita. Tapi saya yang dasar orangnya memang sangat pesimis jadi berpikir bahwa dengan orang-orang yang satu bahasa saja masih susah ngomong apalagi dengan bule. Namun kebanyakan bule yang melancong ke Bali sifatnya lebih bersahabat dari penduduk local. Mereka lebih ramah dan tidak segan-segan bersahabat kepada kita. Disini untungnya bila kita mampu berkomunikasi dengan mereka. Kita akan dapat ilmu lebih dari mereka. Menambah pengalaman dan teman. Syukur-syukur dapet koneksi baru yang akan mempermudah dalam membantu hidup kita kedepannya.
Dan karena itulah saya merasa rugi besar setelah pengalaman saya itu serta 2 hari yang lalu pula. Saya harus fasih berbahasa asing minimal bahasa Inggris sama seperti orang lain. Mereka saja bisa kenapa saya tidak. Saya akan berusaha keras untuk belajar. Masih ada waktu. Akan saya lawan sifat malas yang selama ini menggrogoti diri ini.
Pengalaman dengan bule tidak berakhir disitu saja. Di facebook, saya baru saja berteman dengan seseorang yang mengaku berasal dari Mumbai (india). Awalnya saya senang memiliki sahabat dari nagri. Namun kendala bahasa lagi-lagi menjadi kendala! Ditambah saat dia menawari bermain Mafia Wars dengannya, saya menolak sebab saya memang tidak mengerti cara mainnya.
Pesan bijak untuk situasi ini: gag da ruginya kita belajar banyak hal meski saat itu kita belum merasa butuh dengan hal itu karena suatu saat nanti itu pasti akan berguna. Jangan langsung ditolak.
Karena dulu, banyak sekali teman di FB menawari permainan itu namun belum saya terima. Belum ada ketertarikan akan hal itu. Mengapa saya harus menerimanya? Ekspetasi saya kurang banget kesana. Namun kini saya dapatkan jawabannya.
Jadi teringat sebuah film yang berjudul Yes Men yang mengajarkan tentang manfaat selalu mengatakan ‘iya” pada segala hal namun pada endingnya mengajarkan kita bahwa tidak ada yang pasti antara “iya” dan ‘tidak” namun yang ada hanyalah kemungkinan.
Jadi PR untuk saya adalah: belajar serius bahas Inggris dan selalu “mungkin” untuk melakukan sesuatu yang ditawarkan atau bahkan selalu melakukan sesuatu itu.
- - - - - - -
Fiuh..
Bersyukur masih diberi kesempatan sembahyang olehNya Meski kadang telat. Menghadap kepadaNya. Semoga doa saya diterima. Amin.
Karena apa yang terjadi padaku hari ini pasti ada benang merahnya..
Seperti kayak Bule>bahasa inggris>masa depan>india>hindu>agama>tuhan. Hm…
- - - - - - -
 Disaat banyak tugas dan pekerjaan yang makin numpuk dan harus segera dikerjakan untuk diselesaikan,pikiran masih terbebani dngan kesalahan akan dosa itu.

0 bukan komentar (biasa):

Poskan Komentar

Komentar adalah bagian dari iman.