Pura Blambangan (Trip ke Lumajang part 2)


Ini pertama kali saya sembahyang ke pura di Jawa. Pertama pula saya jalan - jalan hanya bersama bapak, tanpa adik dan ibu.

Kita lanjutin cerita yang kemarin ya.

Gelombang selat Bali kala itu cukup enak dipakai menyeberang. Setibanya rombongan di pelabuhan Ketapang, kami langsung diajak makan nasi kotak yang sudah dipesankan oleh pihak travel. Semua sudah diatur dan disiapkan.


Saya tidak habis memakannya. Begitu juga di acara makan - makan selanjutnya. Selain karena lagi enggak selera, saya menahan diri makan terlalu banyak kalau sedang dalam perjalanan seperti ini. Takut mules di jalan!

Lokasi pertama yang kami tuju adalah Pura Blambangan. Karena tertidur di jalan, rasanya cepat sekali sampai. Selama tirta yatra saya memang lebih banyak menghabiskan waktu tidur selama perjalanan di dalam bis. Sejak berangkat dari Denpasar, sampai pelabuhan Gilimanuk, pas sudah di Jawa, hingga balik lagi, saya lebih banyak tidur. :D

Perempuan Memiliki Daya Persuasif yang Besar. (Trip ke Lumajang Bersama Kantor Bapak part.1)


Akhirnya saya keluar Bali lagi. Setelah ada peraturan di kantor yang melarang pegawai kontrak untuk ikut perjalanan keluar Bali, saya sudah tidak pernah lagi 'merantau'.

Tiba - tiba ada telpon dari bapak menanyakan sanggup tidak saya ikut dengannya dalam rombongan kantornya tirta yatra ke Jawa, tepatnya ke Lumajang.

Rombongan dijadwalkan berangkat jam 6 pagi. Awalnya saya akan berangkat dari kos, biar deket sama kantor bapak, tempat start keberangkatan. Tapi batal karena motor bapak mogok pas mau balik pulang ke rumah, sehingga esok harinya saya dan bapak berangkat pakai motor saya.

Saya heran dengan mata saya. Kalau ada kewajiban, Ia bisa bangun kapan saja. Kalau sepi motivasi, saya bisa baru melek jam 4 sore!! (Ini kisah nyata)

Karena berangkat dari rumah, pagi itu saya dan bapak jam 5 pagi harus sudah jalan. Artinya jam 4 pagi harus sudah prepare. Dan saya dengan segarnya sudah rapi sejak jam setengah 6! PRESTASI.

PIL UKURAN SUPER BESAR DARI APOTEKER SUPER JUTEK


Bagaimanapun cara saya mengelak, gak bisa dipungkiri lagi kalo saya sebenernya sudah ketergantungan dengan paracetamol. Seperti usaha mantan yang mencoba tampak bahagia pasca putus, tapi diam - diam ngirim pesan 'Kamu apa kabar?'

Saya mungkin bisa menahan sakit kepala tanpa minum obat sampai sakitnya hilang dengan sendirinya. Tapi itu akan butuh waktu yang lama. Paling tidak, saya harus istirahat dalam waktu yang gak sedikit agak sakitnya ga tambah parah. Daripada gak bisa kerja, akhirnya saya lari ke obat kimia. Sungguh sebuah dilema.

Ibaratnya pengen jaim gak menghubungi mantan duluan, tiba - tiba inget kalo Tupperware mama masih ada di dia. Daripada dihapus dari silsilah keluarga, akhirnya gengsi dikorbankan untuk menghubungi dia kembali.

Dan pemakaian obat ini berhasil. Dari kemarin sakit kepalanya cuma kambuh satu kali, itu pun langsung hilang lagi setelah saya minum obat untuk kedua kalinya. Syukurnya sampe sekarang sakitnya gak muncul - muncul lagi. Tinggal satu penyakit lagi yang belum hilang: asam lambung!

SEMBUH TANPA OBAT SOALNYA DOKTERNYA DIAMUK GUBERNUR


Guys, guys, saya lagi sakit nih guys.

Awalnya seperti gejala masuk angin. Demam, badan anget tapi yang saya rasakan malah dingin (panas dingin), meriang, sakit perut, sakit tenggorokan, dan lidah rasanya pahit banget. #lengkap

Keadaan ini diperparah dengan banyaknya berita - berita di TV tentang penyakit - penyakit seperti Antrax dan Flu Brung yang sedang merebak di berbagai kota di Indonesia. Gejalanya mirip - mirip dengan yang saya alami ini. Rasanya pengen banting TV, sayangnya cuma ini TV satu - satunya yang saya miliki, dan saya gak bakal beli TV baru lagi.

Bisa - bisa bukannya mati karena penyakit, saya mati karena digorok ibu gara - gara ibu ga bisa nonton serial India kesayangan di ANTV.

DIJUAL, BARANG YANG BARU DIBELI DUA BULAN LALU


Sepertinya saya akan benar - bener akan mempensiunkan MiFi yang saya miliki. Setelah beli hape baru, dengan jaringan 4G, dan mendapat promo kartu sampe 30GB sebulan, hitung - hitungannya thetering menggunakan hape lebih ekonomis daripada ngisi pulsa ke MiFi.

Kalo kalian mau beli, saya jual santai, saya beli MiFi Andromax M3Y ini 2 bulan lalu, dipakai baru sebulan. Saya belinya 300rb, sekarang pun harga barunya segitu, tapi saya jual kembali seharga 200rb. NEGO TIPIS. Yang berminat, bisa hubungi saya lewat facebook, twitter, atau email. 

Foto, dan mungkin video, menyusul. XD

Dengan bantuan internet di kos, hidup saya bener - bener terbantu sekali. Meski sesekali kebablasan memakai internet untuk main - main, sehingga posisi jadi terbalik, saya yang diperbudak oleh internet. Terbuai, jadi gak disiplin, dan melalaikan kewajiban, tapi sesekali ketika saya insaf, saya berhasil menggunakan fasilitas internet di kos saya untuk hal - hal yang bener. Nulis blog ini misalnya, dan ngurus fan page pribadi.

PR yang belum kesampaian adalah bikin skenario video yang deadlinenya tinggal 3 minggu lagi, dan beberapa konsep video di kepala yang minta dieksekusi. Saya senang video terakhir saya (videonya bisa kalian lihat di bilik kanan blog ini) mendapat sambutan yang cukup memuaskan dari teman - teman saya yang menonton. Diantaranya ada yang ngasi saran, diantaranya lagi ada yang menanyakan lebih detail info yang saya jelasin dalam video tersebut (yang artinya dia menyimak videonya). Saya bener - bener gak sabar pengen bikin video lagi! Sayangnya saya juga masih punya deadline tugas di kantor. Yang kayaknya bakal saya kerjain dulu, baru bikin video.