Yang Katanya Orang Lakuin di Akhir Tahun


Saya harap akhir taun kalian semua gak seperti orang - orang di baris terbawah di ilustrasi di atas. Semoga hidup kita semua selalu seperti baris teratas di ilustrasi itu, selalu heboh dan seru! Selalu merasakan happy apapun keadaan kita juga merupakan salah satu cara menunjukkan syukur kepada Tuhan.

Kalaupun ada yang ngerasa gak bahagia, itu wajar aja sih, namanya juga manusia. Banyak faktor yang mempengaruhi keadaan itu semua. Dan keadaan - keadaan ini pula yang membuat orang - orang merayakan akhir tahun dengan cara yang berbeda - beda.

Party
Orang - orang di Bali biasa merayakan akhir tahun dengan manggang ikan, bikin sate lilit, dan ngebir bagi yang bisa minum bir. Sebagian golongan menengah yang sudah modern mengadakan party di cafe - cafe. Yang lebih g4ul (baca: norak) biasanya ngumpul ajojing ria di poskamling pinggir jalan diiringi bisingnya lagu disko dari yang lagi tren sampe lagu dari genre lain yang di-mix menjadi lagu disko maksa, acara mabuk - mabukan gak akan kelewat, sembari ngeboikot jalan.

(ga sekedar) Bule Jerman ke Rumah


Hari ini tepat setahun lalu pertama kali saya mulai menjalin komunikasi dengan pacar di awal pertemuan kami. Media yang kami gunakan via SMS. Tanggalnya gampang diinget karena bertepatan dengan hari Ibu.

Facebook, TV, BBM, semua temanya tentang hari ibu. Ibu saya sendiri kalo diingat - ingat tahun ini ada 2 sifat yang menonjol. Pertama: dia gampang ketawa dan ketawanya renyah sekali. Hanya mendengar dia ketawa saja satu rumah ikut ketawa. Tawanya menjadi sumber bahagia kami, seakan seorang comic stand-up comedian paling petjah, anggota keluarga yang lain penontonnya, rumah kami panggungnya, dan suara ketawanya adalah bit sekaligus punch line miliknya yang gak pernah gagal bikin kami terbahak - bahak.

Sifat kedua adalah kecepatan berpikir yang tak diikuti oleh kecepatan bicara. Bibir dan otaknya gak nyambung. Otaknya sudah memerintah sesuatu, tapi lidahnya belum siap. Sering terjadi dialog - dialog seperti ini:

Ibu: 'Wan, tolong ambilkan itu di sebelahnya itu ya!'

Saya: 'Oke..'

Dan anehnya saya ngerti! Meski hanya menggunakan kata 'itu'.

(ga sekedar) Cara Meraup Banyak Uang Selain dari Bekerja


Sebelumnya saya mau cerita dulu. Setelah sekian lama akhirnya dapet juga komentar kayak gini lagi di mari.

Itu komentar yang masuk ke tulisan saya yang ini: http://separonyolong.blogspot.com/2014/12/ga-sekedar-hadapi-hujan.html

Selama ini yang muji palingan cuma pacar doang. Itu pun kalo kita putus pujian akan jadi cacian. :))

Terima kasih untuk siapapun itu, dari komentarnya yang detail kayaknya ini dari salah satu temen blogger lama saya. Mudah - mudahan cewe.. AMIN!

Setelah saya cek ke link yang dipakai untuk membuat komentar, mengarah ke situs kayak majalah online gitu dan redaksinya memang ada beberapa temen yang saya kenal, dan semuanya cowo. Huhu

(ga sekedar) Hadapi Hujan


Siapkan dirimu, hujan telah tiba.

Saya sendiri suka hujan. Asal gak bikin banjir aja.

Banjir bukan salah hujan sebenernya. Terus salah siapa? Salah gue? Salah temen - temen gue? *kemudian dicium Rangga*


Mengingat gimana saya ngemis - ngemis ke tuhan biar diturunin hujan pas kemarau kemaren, gimana saya misuh - misuh ke orang - orang yang menembakkan dua laser raksasa ke angkasa setiap punya acara untuk memecah awan, saat hujan tiba seperti sekarang saya berjanji untuk tidak akan mengeluh apapun yang terjadi akibat hujan. Tidak akan seperti orang - orang yang ngomel - ngomel kepanesan ketika kemarau, tapi setelah turun hujan tetep marah - marah. Maumu opo toh lee..??

(ga sekedar) Tukang Suruh


Orang - orang di kantor mulai seneng merintah. Mungkin karena bekerja di instansi pemerintah, berati kerjanya cuma merintah.

Perintah - perintah ini awalnya terasa sebagai permintaan tolong. Tapi makin lama orang - orang ini jadi kebiasaan. Dan objek yang disuruh selalu sama. Saya.

Tugasnya juga sebenernya bisa mereka lakukan sendiri. Beli makan ke luar, ngambil atau nganter sesuatu ke  ruang lain, motocopy ke luar kantor, dan semua kerjaan - kerjaan yang jika mereka yang lakukan akan  memaksa mereka mencabut pantat dari kursi. Lama - lama saya bisa disuruh nyebokin mereka juga.

Fenomena ini menandakan rekan - rekan kerja saya terserang penyakit paling berbahaya di Indonesia.