Yang Katanya Delay


Satu lagi orang yang paling berjasa dalam proyek video saya kali ini selain pacar adalah Dyah Rupini.

Sejak diputer di laptop saya video ini sudah menunjukkan keanehan. Suaranya delay. Gak mau naik pesawat aja yang delay, video pun sama. Suara dan gambar jalannya gak kompak. Diputer di laptop panitia, makin parah, gambarnya hancur, berantakan, dan slow motion. Udah kayak muter kaset VCD yang banyak baretnya.

Temen - temen bilang ini efek muter video di laptop yang berat. Saya duga ini karena kapasitas memori video yang sudah berat (1 Giga lebih) dan diputer di laptop yang memorinya tinggal dikit pula. Karena keburu waktu, beberapa solusi yang mungkin menjawab masalah ini tidak sempat saya lakukan. Misalnya menyimpan videonya dalam format selain (.wmv), yang di aplikasi yang saya gunakan ngedit yaitu Windows Live Movie Maker (WLMM) katanya memang untuk diputer di gadget di luar laptop atau PC misalnya seperti tablet atau smartphone. Hanya saja karena resolusi video jadi kecil akibat dikompresnya kapasitas video bikin video pecah kalo diputer dalam mode full screen. Video saya sendiri cuma 10 menit. Hanya saja karena memakai WLMM kapasitas video hasil penggabungan hanya mengakumulasi kapasitas video asalnya.

Yang Katanya McDonalds Jimbaran


McDonald Jimbaran masih menjadi tempat blogging favorit saya. Faktor history ngaruh banget dalam hal ini. Pertama mengenal blog saya sering kesini nyari wifi gratis. Sebenernya dulu  lebih sering di sebelah, KFC. Karena dulu internet mekdi sempet mati dan internet KFC lagi kenceng - kencengnya. Cuman karena sekarang sering ketemuan sama pacar disini, jadi lebih akrab ngenet disini. Kalo pikiran lagi mentok banget, diam disini, hanya memandangi laptop yang sedang terbuka menyala meskipun dia sudah terhubung internet menjadi aktifitas yang menenangkan. Lain kali akan saya coba ngenet di KFC lagi untuk variasi suasana. Ganti gaya gitu, emang hubungan suami istri aja yang bisa ganti gaya dari misioner ke 69?

Ngenet di kamar sebenernya lebih enak. Asal gak ditemenin pacar aja, acara memandangi laptop bisa berubah jadi laptop yang memandangi kami.

Becanda ding. Di kamar tetep lebih enak. Kalo ngeblog di rumah bisa mikirin dulu kosakata dan struktur tulisan, kalo di tempat gratis gini kan sekali tulis langsung publish. Cuman kenapa ga di rumah karena di rumah saya gak terhubung dengan jaringan internet, memakai modem pun gak enak ke mama kalo waktu saya di rumah yang sudah sangat terbatas terpotong oleh aktivitas kerja di kantor malah saya habiskan di depan laptop. Kalo terpotong untuk menyayangi kamu sih gapapa..

Yang Katanya Baru Muncul Setelah Hilang Sebulan Lebih


Hai! Hai!

Sebulan berlalu tanpa postingan sejak postingan terakhir saya. Dem.

Sibuk fisik sih enggak. Mood aja yang gak pernah nemu. Ide selalu muncul pas lagi gak deket laptop. Pas udah depan laptop, ide jadi mirip kayak orang yang mau ditagih hutang: ngilang.


Saya bersyukur masih dikasi kerjaan - kerjaan oleh Tuhan meski kerjaan - kerjaan itu enggak menghasilkan. Bahkan malah saya yang musti ngasi waktu dan tenaga secara cuma - cuma. Namun itu gak masalah, ada yang lebih penting daripada uang, yaitu menjadi berguna bagi orang lain. Lagipula kalo kita tulus, Tuhan akan ngasi jalan rejeki dari arah yang lain.

Soalnya dari sumber penghasilan yang biasa saya punya belakang ini emang lagi seret. Nasib pegawe kontrak, gaji baru bisa diamprah kalo segala persyaratan administrasinya kelar. Dan kelarnya gak bisa ontime kayak pegawe tetapnya. Ada labirin raksasa yang musti ditembus bernama birokrasi. Kemarin aja baru ngurus pembaharuan surat kontrak. Kemungkinan gaji 2015 baru bisa saya ambil Maret nanti. Padahal Februari ini saya lagi butuh - butuhnya duit.

Yang Katanya Orang Lakuin di Akhir Tahun


Saya harap akhir taun kalian semua gak seperti orang - orang di baris terbawah di ilustrasi di atas. Semoga hidup kita semua selalu seperti baris teratas di ilustrasi itu, selalu heboh dan seru! Selalu merasakan happy apapun keadaan kita juga merupakan salah satu cara menunjukkan syukur kepada Tuhan.

Kalaupun ada yang ngerasa gak bahagia, itu wajar aja sih, namanya juga manusia. Banyak faktor yang mempengaruhi keadaan itu semua. Dan keadaan - keadaan ini pula yang membuat orang - orang merayakan akhir tahun dengan cara yang berbeda - beda.

Party
Orang - orang di Bali biasa merayakan akhir tahun dengan manggang ikan, bikin sate lilit, dan ngebir bagi yang bisa minum bir. Sebagian golongan menengah yang sudah modern mengadakan party di cafe - cafe. Yang lebih g4ul (baca: norak) biasanya ngumpul ajojing ria di poskamling pinggir jalan diiringi bisingnya lagu disko dari yang lagi tren sampe lagu dari genre lain yang di-mix menjadi lagu disko maksa, acara mabuk - mabukan gak akan kelewat, sembari ngeboikot jalan.

(ga sekedar) Bule Jerman ke Rumah


Hari ini tepat setahun lalu pertama kali saya mulai menjalin komunikasi dengan pacar di awal pertemuan kami. Media yang kami gunakan via SMS. Tanggalnya gampang diinget karena bertepatan dengan hari Ibu.

Facebook, TV, BBM, semua temanya tentang hari ibu. Ibu saya sendiri kalo diingat - ingat tahun ini ada 2 sifat yang menonjol. Pertama: dia gampang ketawa dan ketawanya renyah sekali. Hanya mendengar dia ketawa saja satu rumah ikut ketawa. Tawanya menjadi sumber bahagia kami, seakan seorang comic stand-up comedian paling petjah, anggota keluarga yang lain penontonnya, rumah kami panggungnya, dan suara ketawanya adalah bit sekaligus punch line miliknya yang gak pernah gagal bikin kami terbahak - bahak.

Sifat kedua adalah kecepatan berpikir yang tak diikuti oleh kecepatan bicara. Bibir dan otaknya gak nyambung. Otaknya sudah memerintah sesuatu, tapi lidahnya belum siap. Sering terjadi dialog - dialog seperti ini:

Ibu: 'Wan, tolong ambilkan itu di sebelahnya itu ya!'

Saya: 'Oke..'

Dan anehnya saya ngerti! Meski hanya menggunakan kata 'itu'.