(ga sekedar) Hadapi Hujan


Siapkan dirimu, hujan telah tiba.

Saya sendiri suka hujan. Asal gak bikin banjir aja.

Banjir bukan salah hujan sebenernya. Terus salah siapa? Salah gue? Salah temen - temen gue? *kemudian dicium Rangga*


Mengingat gimana saya ngemis - ngemis ke tuhan biar diturunin hujan pas kemarau kemaren, gimana saya misuh - misuh ke orang - orang yang menembakkan dua laser raksasa ke angkasa setiap punya acara untuk memecah awan, saat hujan tiba seperti sekarang saya berjanji untuk tidak akan mengeluh apapun yang terjadi akibat hujan. Tidak akan seperti orang - orang yang ngomel - ngomel kepanesan ketika kemarau, tapi setelah turun hujan tetep marah - marah. Maumu opo toh lee..??

(ga sekedar) Tukang Suruh


Orang - orang di kantor mulai seneng merintah. Mungkin karena bekerja di instansi pemerintah, berati kerjanya cuma merintah.

Perintah - perintah ini awalnya terasa sebagai permintaan tolong. Tapi makin lama orang - orang ini jadi kebiasaan. Dan objek yang disuruh selalu sama. Saya.

Tugasnya juga sebenernya bisa mereka lakukan sendiri. Beli makan ke luar, ngambil atau nganter sesuatu ke  ruang lain, motocopy ke luar kantor, dan semua kerjaan - kerjaan yang jika mereka yang lakukan akan  memaksa mereka mencabut pantat dari kursi. Lama - lama saya bisa disuruh nyebokin mereka juga.

Fenomena ini menandakan rekan - rekan kerja saya terserang penyakit paling berbahaya di Indonesia.

(ga sekedar) Perawan & Seks Bebas


Beberapa minggu yang lalu kembali heboh soal tes keperawanan sebagai syarat masuk kepolisian. Kenapa isu ini naik lagi? Bukannya tes ini sudah dilakukan sejak lama? Bahkan teman dan kerabat saya yang di kepolisian kembali dites keperawanan jika hendak menikah.

Pergaulan jaman sekarang emang makin parah. Kalau ngomongin seks bebas mah dari jaman bapak saya belum jadian sama ibu juga udah terjadi. Cuman masih menjadi hal tabu untuk dibicarain. Memasuki tahun 80 - 90an masalah ini baru sedikit demi sedikit diangkat, namun orang - orang yang dianggap atau diketahui menjadi pelaku seks bebas masih dianggap 'penyakit' di tengah masyarakat. Perubahan drastis terjadi kala waktu memasuki milenium baru. Orang - orang gak segan lagi mengaku pernah melakukan hubungan seks, alias menjadi pelaku seks bebas. Lucunya, masyarakat gak anti lagi dengan orang - orang seperti itu.

Mungkin masyarakat sudah menyerah. Bisa saja mereka telah lelah. Melawan seks bebas seperti memerangi korupsi, dan mirip himbauan untuk berhenti merokok. Jika korupsi sulit dilawan karena tindakan hukum yang masih terasa tidak adil di mata orang awam (orang kecil dapet hukuman berat, pelaku utama dapet hukuman lebih kecil dari tuntutan jaksa - dapet remisi masa tahanan mulu sampai akhirnya bebas bersyarat - dihukum seumur hidup tapi kamar penjaranya lebih mewah dari kamar anak kos - sekarang bisa S2 pula!), seks bebas dihantui dengan efek buruk seperti hamil di luar nikah yang berakibat pernikahan dini hingga AIDS. Tapi ancaman terhadap pelaku seks bebas tersebut seperti orang kesurupan di acara-acara misteri di TV. Serem, tapi ga bikin penonton di rumah takut. Mirip seperti penyakit yang menghantui perokok, menakutkan, tapi perokok gak akan kapok. Yang enak - enak emang susah ditinggalin.

(ga sekedar) Lipat


Iseng - iseng tumblr-walking, ketemu kisah inspiratif yang diceritakan lewat media gambar.


Klik gambar untuk memperbesar.

Gambar, atau mungkin bisa dibilang komik, di atas bercerita tentang pemuda yang dalam perjalannya mengendarai pesawat khusus bertemu dengan wanita yang akhirnya menjadi pujaan hatinya.

Mereka berkenalan, dan dari percakapan singkat tersebut si pemuda tahu kalo cewek itu sangat suka dengan angsa.

Demi menarik hati sang pujaan, si pemuda kembali ke rumahnya. Pemuda ini ternyata seorang ilmuwan. Banyak foto - foto di dinding rumahnya yang menampilkan penemuan dan prestasi - prestasi yang telah ia raih di bidang sains dan teknologi. Di laboratorium itu lah si pemuda hendak membuat sesuatu untuk dihadiahkan ke si cewek yang Ia lihat tadi.

Setelah melewati proses yang panjang dan tidak mudah akhirnya 'sesuatu' itu pun jadi. Pemuda ini puas dengan ciptaannya. Ia dengan semangat mencari si cewek untuk menunjukkan karyanya itu.

Tapi apa daya, nasib baik sedang tidak berpihak kepadanya. Di tempat Ia bertemu si cewe sebelumnya Ia melihat cewe itu telah bersama laki - laki lain. Mereka tampak mesra menikmati suasana romantis yang terjadi. Si pemuda kecewa. Ia kembali ke rumahnya tanpa gairah.

Tapi..

sampai di rumah Ia bukannya bersedih tapi malah tersenyum puas. Dia bangga dengan maha karya yang sedang Ia pandang saat itu. Maha karya yang telah Ia buat dengan sungguh - sungguh sepenuh hati.

Jadi inti dari cerita di atas adalah jika kita melakukan sesuatu untuk uang, kita tak akan pernah merasa cukup. Jangan juga membuat sesuatu karena ingin terkenal, kamu gak akan pernah merasa cukup terkenal. Berkaryalah untuk orang lain. Bekerjalah dengan tujuan orang lain akan menghargai karya kita. Mungkin karya kita tidak dihargai, dan penolakan pasti menyakitkan. Namun hal itu tak akan mengubah apapun. Jika kita sudah sungguh - sungguh melakukan sesuatu, dengan sepenuh hati, dengan segenap tenaga dan perhatian yang kita punya, proses itu tak akan membuat kita kecewa terlalu lama. Penghargaan dari orang lain hanyalah bonus. Kenikmatan dalam berproseslah inti dari kesenangan itu.

Sesuatu yang dibuat bukan semata - mata untuk keperluan komersil memang lebih ngena. Namanya juga dibuat dari hati.

Komik tadi juga mengingatkan saya kepada suatu benda yang saya miliki. Benda yang saya yakin juga dibuat dari hati. Yang dibuat demi menjawab masalah orang banyak.

Benda itu sangat berguna untuk saya yang tiap hari punya banyak banget pakaian yang belum sempet saya setrika. Tapi kalo gak dilipet bikin kamar lebih hancur dari kapal pecah.

Ini dia alatnya:


Ini adalah alat lipat baju. Berkat alat ini, kalo biasanya saya ngelipetnya bisa 7 huru 7 malem, sekarang cukup 5 detik saja. Kecuali kalo ngelipetnya ditemenin pacar, bisa lebih lama. Banyak selingannya soalnya :p

Dan sekarang makin banyak orang yang tertolong oleh alat ini. Temen - temen yang tahu saya punya alat ini pun mulai sering minjem. Padahal beli aja bisa kali, harganya murah gini, cuma 120 ribu aja.

Pertama tahu alat ini setelah menonton video yang pernah jadi trending di yutub. Video tentang acara Trade Expo Indonesia ke 29 di Kemayoran, Jakarta. Disitu juga ditampilin alat ini dan yang jual. Dari situ saya langsung tertarik. Ternyata PT. Artha Lipat Ganda, perusahan yang memproduksi alat ini sudah biasa berpartisipasi dalam event pameran nasional yang gede banget kayak gini. Alat ini sudah duluan terkenal di luar negeri. Di Malaysia aja udah mulai rame yang make. Di bawah ini saya tampilin video cara menggunakan alat lipat ini.



Yang pengen punya alat ini bisa langsung mesen ke situs perusahannya di http://lipat.co.id. Mereka juga bisa disapa di FB, Twitter, Youtube, atau Google+. Tinggal kalian pilih aja mau menghubungi mereka lewat yang mana. Tinggal klik aja tulisan - tulisan yang sudah saya link itu.

Yang tinggal di sekitar Jakarta dan males internetan, bisa langsung ke kantornya di Ruko De Mansion Blok C-12, Jl. Jalur Sutera, Alam Sutera - Tangerang.

Tapi yang gak tinggak di Jakarta dan males internetan juga, bisa ke CP (021) 30448598/ 08 1212 7878 26, atas nama pak Adi. 

Alat lipat juga bisa jadi hadiah yang pasti akan bermanfaat banget buat yang membutuhkan. Mungkin ada diantara kalian punya temen yang setrikaannya selalu numpuk, atau setiap hari pakeannya ga pernah rapi, kasi alat lipat ini aja.

Atau untuk kamu yang jomblo, yang gak punya pasangan, gak mungkin kan ada cewe yang dateng ke kos trus ngelipetin baju kamu. Kalo saya sih ada.. :p


(ga sekedar) Scandal


Hampir sebulan saya gak ngeblog, tapi gak ada yang nyadar. -___-

Boro - boro dikangenin, ditanya pun enggak!

Ada sih yang nanyain. Seperti para blogger jualan yang butuh nyantumin link ke blog orang, dan pacar saya.

Dulu saat awal - awal ngeblog saya memotivasi diri agar semangat ngeblog dengan membayangkan ada cewek - cewek cantik yang sedang dan akan membaca blog ini (meskipun saya tahu kenyataannya gak ada sama sekali). Sekarang saya sedang suka membaca sebuah blog yang penulisnya selalu membuat saya jadi tertarik untuk menulis juga.

Aktivitas dan suasana hati berpengaruh banget ke aktivitas ngeblog. Salut banget sama blogger yang tetep rutin nulis meski apapun yang sedang ia kerjakan dan lakukan, karena nulis di blog juga jadi semacam sarana rekreasi untuk mereka, tempat mencurahkan isi hati, menceritakan aktivitas atau ide - ide, sehingga membuat si penulis blog malah makin seger. Saya pun kadang ngerasain itu.

Selama sebulan hilangnya saya dari blog saya menemukan satu grup band yang kece bingits! Mereka udah lama hadir, cuman sayanya aja yang baru tahu. Awalnya saya mau nyari lagu - lagu yang jadi soundtrack Naruto yang bulan ini komiknya telah tamat. Sedih banget, dari SMA ditemenin cerita ini, tahun ini di bulan ini akhirnya selesai juga. Terbiasa dicekoki acara sinetron Indonesia, sifat egois saya pun muncul ketika tahu komik ini selesai. Kenapa gak dilanjutin aja lagi? Nyeritain kisah anaknya Naruto misalnya? Atau muncul musuh baru? Tapi sudahlah, saya yakin kerennya suatu cerita karena jalan ceritanya fokus dan ada titik akhirnya. Bandingkan dengan sinetron kita yang kalo ratingnya masih tinggi maka ceritanya akan dipaksa jalan terus padahal udah mulai gak nyambung dengan konsep awal. Kualitas pun ngedrop.