(ga sekedar) Ujian

HARI PERTAMA

*Pengawas membagikan soal*
Temen Paling Pinter (TPP): (Memposisikan diri senyaman mungkin.)
Temen Agak Pinter(TAP): (Keringetan. Tolah-toleh nyari temen yang bisa dicontek)
Saya: (Bangun kesiangan. Belum belajar. Kebagian tempat duduk paling dekat ama pengawas.)

HARI KEDUA

*Jawab Soal*
TPP: "Ah aku tau nih jawabannya!"
TAP: "Rasanya pernah baca. Tapi apa ya..?"
Saya: "Psst. Jawaban nomor satu sampai nomor terakhir apa bro?!"

HARI KETIGA
TPP: "Ini soal ujian? Gampang bangeeeeet...."
TAP: (Diem-diem buka internet dari hape)
Saya: (Senyum-senyum sendiri ga ngerti.)

(ga sekedar) Krisdayanti

Hari saya dihebohkan oleh sebuah tweet dari seorang artis. Anak artis. Anak artis yang orang tuanya udah cerai. Anak artis yang orang tuanya udah cerai lalu punya ayah tiri dari timor leste. Anak artis yang orang tuanya udah cerai lalu punya ayah tiri dari timor leste dan sekarang ayah kandungnya baru selesai lamaran. Anak artis yang... *PLAK!*

Artis itu adalah aurel. Tweetnya seperti ini:


Ada yang tau arti angka 24 di belakang nama akun twitter KD itu?

Banyak orang isi nomor di nama akun twitternya. Kalo dia pemain bola, dimaklumi. Tapi kalo bukan, hei! Ini twitter, bukan lapangan bola.. Ga usah pake nomor punggung segala.. (sorry nyinyir. lagi dapet)

Kembali ke angka 24 di nama akun KD, apakah itu menunjukkan tahun lahir beliau? Atau umur beliau? Keduanya rasanya ga mungkin.

Mengacu kemanakah arti angka 24 di nama akun KD itu?

(ga sekedar) KTP

Hal wajib yang musti dibawa ketika merantau adalah surat-surat. Kalo ada yang nanyain identitas, kita bisa jawab dengan gampang karena punya kekuatan hitam di atas putih. Bos saya udah ngasi pesen berkas apa aja yang harus dibawa. Masalahnya, saya kurang bersahabat dekat dengan urusan beginian.

Tanda tangan saya yang isi cap kaki anjing. Ini akibat ulah iseng saya ketika bikin KTP. Saya ngasal aja ngasi tanda tangan. Dan tanda tangan itu terus kepake untuk bikin rekening Bank, surat-surat ketika saya jadi ketua himpunan, ampe ijasah sarjana saya. Karena katanya tanda tangannya harus sama dengan yang di KTP.

Itu baru masalah tanda tangan, belum biodata. Nama, tempat, dan tanggal lahir di KTP dan ijazah sampai SMA, semua beda. Makanya agak bingung ketika ngurus tabungan saya. Nama di rekening sama dengan di KTP atau SIM? Setelah saya usut, sumber kesalahannya ada di data di Kartu Keluarga (KK). Dari KK yang salah, merambat ke KTP, lalu ke salah satu kartu tabungan + ATM yang saya punya, terakhir ijasah sekolah yang kena getahnya.

Makanya sebelum saya pergi merantau, semua data saya benerin. KK dan KTP saya perbaiki. Masalah kartu tabungan, untungnya data yang saya gunakan di Bank tempat saya bikin rekening sekarang dari SIM yang memang dari awal datanya udah bener.

Kantor Camat Manggis, Kabupaten Karangasem adalah tempat saya ngebenerin data KTP. Dan maaf, kinerja pegawainya ancur (isi banget). Saya minta tolong ibu saya yang ngurus perbaikan KTP ini. Nyampe sana, pegawainya bilang, "KTP ini baru bisa selesai paling cepat seminggu."

Ibu saya nanya lagi ke mereka, apa ga bisa lebih cepat lagi? Lalu pegawainya jawab," Maaf masih ada urusan yang lebih penting yang harus kami urus".

(ga sekedar) Underworld

Di desa Bangkiang Sidem, Kabupaten Buleleng, saya belanja di sebuah warung. Barang yang saya beli seharga 26 rebu, saya kasi duit 50rebu. Ga dikasi kembalian. Kata mbak penjaga warungnya, "Kembaliannya bisa dituker dengan kecupan".

#HeningSejam

Saya melintasi Desa Bangkiang Sidem saat hendak balik dari kampung saya di Buleleng kembali ke Denpasar. Rencananya langsung nonton Underworld di Mall Bali Galeria. Baca-baca testimoni orang-orang di twitter, katanya Underworld yang ini bagus. Setelah saya tonton sendiri, ceritanya ga begitu beda dengan film-film menarik lainnya. Kisaran nilai dari 1 sampai Ciledug, saya kasi skor 8 deh. Sound effect keren, terutama bunyi kulit tertusuk atau tulang patahnya, gurih. Animasi 3D-nya juga ga mengecewakan. Meski sepanjang film diputer saya selalu keliru menyebut 3D dengan 3G..

Nonton Underworld menginspirasi saya untuk bikin film sendiri. Judulnya "Underwear".

Ceritanya nanti tentang manusia yang ingin membinasakan keberadaan daleman. (Coba kalian pikirkan sendiri, makin hari daleman manusia makin kecil. Khususnya cewek. Dari yang 5 senti di atas lutut + renda-renda, lalu se-selangkangan, makin mini lagi menjadi bikini). Dibalik usaha pemusnahan daleman oleh manusia, di dalamnya terdapat perseteruan bikini dengan kolor yang sama-sama mencoba bertahan dari ancaman kepunahan.

Ternyata, ada kolor yang menyamar dan berhasil berbaur diantara pakaian manusia. Kolor itu menyusun strategi agar kaumnya tak punah dengan mencoba menjadi jeans. Di saat yang sama, kolor menghasut manusia agar memburu bikini yang masih bertahan eksis.

Di tengah pertikaian tersebut, muncullah pakean renang yang diperebutkan oleh kaum kolor dan bikini. Kemanakah pakean renang ini akan berpihak? Berhasilkah kaum kolor memusnahkan bangsa bikini? Bagaimana nasib manusia selanjutnya? Tunggu sampai film ini jadi.

(ga sekedar) Sikat Gigi

Ada alasan saya tak menyebutkan alamat pasti kos saya di Denpasar. Kalo saya nulis apapun, ga ada yang ngadu ke ibuk kos. :p

Misalnya saat saya lagi males beli pasta gigi. Padahal pasta gigi saya udah abis. Apakah kemudian saya ga gosok gigi? Gosok gigi dong.. Ga pake odol? Oh tentu tidak. Saya punya satu cara, yang akan sangat aman saya ceritakan sekarang tanpa resiko diadukan ke ibuk kos. Hehehe

Kamar mandi anak kos dan ibuk kos itu sebelahan. Saya mandi seperti biasa. Ketika mau gosok gigi, saya periksa keadaan sekitar.

Sepi.

Dengan aksi layaknya film-film action, saya lari ke kamar mandi ibuk kos, ngambil pasta giginya, buka dengan segara, cocolkan asal ke sikat saya, lalu pergi lagi ke kamar mandi saya. Tara! Saya pun bisa gosok gigi, tanpa harus punya odol sendiri.

Dalam menjalankan aksi, terkadang saya cuma make handuk. Kadang pake baju lengkap (tapi lupa handukan, badan basah semua). Tak jarang juga bugil. Mamot saya terjuntai bebas melanglang buana.