JADI ANAK SIPIL


Pas Nyepi adik sudah bilang kalo kemungkinan akhir pekan ini saya diajak ke buleleng ngukur sungai, jalan dan bukit di daerah Gerokgak, Buleleng.  dalam rangka pembuatan taman di daerah pura Kerta Kawat. Cuman masalahnya ngasi jadwal pastinya mendadak.

Jumat sore sepulang saya kerja adik nelpun ngajak langsung berangkat malam itu juga ke rumah kami di Buleleng yang dekat dengan lokasi pengukuran. Saya prepare seadanya. Karena buru - buru, tentu saja banyak yang kelupaan. Daleman kurang, baju lengan panjang gak bawa, celana panjang cuma bawa satu padahal disana selama 3 hari.

Tanpa baju lengan panjang, balik ke Denpasar sudah ada pola jam di pergelangan tangan saya. Selama 2 hari di lapangan saya memakai sepatu basah dan celana kotor terendam lumpur karena hari pertama nyemplung sungai dan hari kedua ga ada celana ganti. Cuma baju aja yang ganti, tapi sama - sama bukan baju lengan panjang.

Gak pake baju lengan panjang, artinya siap jadi santapan nyamuk. Di hari pertama masih aman. Pak Ketut, orang lokal yang jadi tim kami ketika itu, membawa obat anti nyamuk. Besoknya yang kacau. Baru saja sebentar masuk hutan, badan saya sudah ada belasan bentol gigitan nyamuk. Ini akibat saya nekat ga minta obat lagi ke pak Ketut.

Jika kalian pernah lihat petugas ngukur tanah, seperti itulah yang saya lakukan. Adik saya jadi komandannya yang menembakkan laser, saya dan pak Ketut bawa tongkat kaca prisma yang jadi target laser.

BEAUTY AND THE BEAST (2017) - INI HOLLYWOOD APA BOLLYWOOD?!


Sempat gagal dalam usaha sebelumnya dan akhirnya tanpa sengaj nonton Power Rangers, saya kesampaian juga nonton Beauty and the Beast.

Kesan pertama nonton, pembukaannya keren dimana castle ikonnya Disney berubah sedikit menjadi castle the Beast menyesuaikan dengan filmnya.

Disney masih konsisten dalam cinematografi dan efek - efek yang digunakan. Mirip dengan Cinderella atau Alice in Wonderland.

Yang baru saya sadari adalah Beauty and the Beast adalah film musikal. Sepanjang film dipenuhi dengan nyanyi - nyanyi. Kebanyakan nyanyi daripada cerita yang mau disampein. Galau, nyanyi. Sedih, nyanyi. Seneng, nyanyi. Lagi nyanyi, nyanyi.

POWER RANGERS (2017) --- NOT BAD


Sensasi yang berbeda.

Itu yang saya cari ketika menonton film yang diangkat dari kisah nyata, atau dari dongeng. Saya sudah tahu endingnya, tapi rasa penasaran akan pengalaman yang berbeda yang membuat saya tetap ke bioskop. Misalnya saja menonton Beauty and the Beast.

Saya sudah tahu endingnya, Emma Watson sebagai pemeran utama wanita juga tidak terlalu menarik perhatian saya (saya pernah menonton dia di film Colonia dan aktingnya B aja). Kartunnya apalagi, dari TV, VCD, sampai DVD sudah pernah saya tonton. Yang berbeda kali ini adalah kemegahan efek animasi Disney yang ingin saya lihat.

Saya dan Dewi sampai Denpasar Cineplex jam 2 siang. Ketika itu hari jumat, jam kantor saya sampai jam 1, jadi hitungannya saya gak bolos kerja. Selain sama Dewi, Ayu dan Gek Lia mengaku sudah di jalan akan menyusul kami kesana. Tia dan Dian gak jadi ikut. Tia ada acara di rumahnya, sedangkan Dian sakit gigi.


SAYA PUNYA MAINAN BARUUUUUUU!!!! *gak sante*


Saya punya mainan baru.

Dari dulu sudah ada keinginan untuk bikin, cuman ragu. Soalnya insting memotret saya rendah. Saya kurang percaya diri menunjukkan hasil jepretan saya. Tidak seperti blog, mesti tahu tulisan saya jelek, tetep saya upload. :))

Mainan baru saya adalah instagram.

Karena terinspirasi oleh pacar kala itu, yang menjadikan instagram sebagai sarana bercerita mirip catatan sehari - hari, membuat saya setelah hampir 8 tahun ngeblog akhirnya memutuskan membuat akun instagram.

Saya mengira nama saya cukup unik. Setelah saya pilih - pilih nama akun, ternyata udah banyak yang dipakai orang. Bahkan sampai nama saya yang spesifik pun gak bisa saya gunakan. Mengenai nama spesifik ini kayanya karena dulu pas instagram muncul saya sudah sempat bikin akun, yang sekarang saya lupa pasword dan email yang saya gunakan untuk membuatnya.

Butuh waktu yang sangat lama sampai akhirnya ketemu nama yg cocok. Cocok dalam artian gak ada yang pake, dan cocok di hati tentunya.

HACKSAW RIDGE (2016) - FILM RELIGI YANG BEDA!!


Barusan saya sampling air laut ke Karangasem.  Rombongan kami berjumlah 4 orang. Satu sopir, pak Gusti, Bu Ewy, dan Saya. Sopir kali ini adalah pak Wayan Sama. Saya tanya ke dia nama saudaranya, ternyata nama saudaranya bukan Made Beda atau Nengah Different.

Pak Gusti adalah staf bidang 3, bidang yang berwenang mengambil sampel mulai tahun ini, sedangkan bu Ewy adalah atasan saya langsung.

Saya gak sengaja bikin kepala bu Ewy bocor. Asik ngobrol sama pak Gusti, saya ga sadar bu Ewy masih di dalam kabin belakang mobil. Saya main tutup aja pintu bagasinya. Kepentoklah dia. Awalnya saya kira cuma benjol aja, ternyata luka dan berdarah banyak banget. Saya speechless. Meski gak sengaja, saya sangat merasa bersalah. Pernah gak kalian saking merasa bersalahnya sampai mulut kalian tertutup?